Selasa, 07 April 2026

Nawal Yasin: Swadaya Masyarakat Jadi Kunci Peningkatan Kualitas PAUD di Jateng

Dirgahayu Ginting - Sabtu, 16 Agustus 2025 10:21 WIB
Nawal Yasin: Swadaya Masyarakat Jadi Kunci Peningkatan Kualitas PAUD di Jateng
Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin memimpin rapat bersama Pokja Bunda PAUD Jateng di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Semarang, Kamis (14/8/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, terus mendorong peningkatan kualitas layanan PAUD dengan melibatkan partisipasi masyarakat hingga tingkat desa melalui program berbasis swadaya.

Nawal menyampaikan, saat ini 60 persen PAUD di Jawa Tengah dikelola swasta, sementara 40 persen berada di bawah pemerintah. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat sangat penting untuk memberikan layanan pendidikan berkualitas bagi anak usia 0-6 tahun.

“Yang terpenting adalah niat dan orientasi kita ditata dulu, kita hadir untuk memberikan pendidikan yang baik untuk anak-anak di usia 0-6 tahun di Jawa Tengah,” ujar Nawal saat memimpin rapat bersama Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Jateng di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Kamis sore.

Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah untuk memberikan perhatian lebih terhadap layanan PAUD, meskipun kewenangan Pemprov hanya mencakup jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri.

Nawal menjelaskan, program PAUD Emas menjadi fokus utama Bunda PAUD Jateng. Program ini menekankan pembinaan dan pendampingan anak usia 0-6 tahun, terutama pada periode emas (golden age), dengan melibatkan kader PKK dan Posyandu sebagai mitra aktif.

“PAUD Emas adalah PAUD berbasis swadaya masyarakat, ini sudah diterapkan di Posyandu-Posyandu di Jawa Tengah. Mereka juga mengelola Pos PAUD,” jelas Nawal.

Ia berharap model swadaya ini dapat menjadi gerakan masif, sehingga setiap desa di Jawa Tengah memiliki satu Pos PAUD sebagai pusat pendidikan anak usia dini.

Menurut Nawal, banyak PAUD di Jawa Tengah yang hanya mengandalkan ruangan sederhana dan tenaga pendidik, di mana anak-anak belajar tanpa meja dan kursi. Untuk itu, pihaknya akan bersinergi dengan Bunda Literasi Kabupaten/Kota untuk melakukan asesmen, pendataan, dan peningkatan sarana-prasarana serta kualitas layanan PAUD.

“Maka kemudian yang terus kita lakukan adalah bersinergi dengan kabupaten/kota, untuk bisa lebih memaksimalkan dan mengoptimalkan kualitas-kualitas yang sudah ada,” pungkas Nawal.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini secara merata di seluruh Jawa Tengah, serta membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan kreatif. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru