Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat pengembangan ekonomi desa melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Penegasan tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara saat menghadiri Rapat Koordinasi Gabungan (Rakorgab) KDMP yang berlangsung di Bali, Jumat.
KDMP bukan hanya sekadar wadah koperasi, melainkan sebuah gerakan pemberdayaan ekonomi desa yang memberikan akses langsung kepada masyarakat untuk mengelola berbagai usaha penunjang kebutuhan sehari-hari. Mulai dari penyediaan pupuk, LPG, sembako, hingga layanan kesehatan, koperasi ini dirancang menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi desa.
Wamenkeu Suahasil Nazara menyatakan, pemerintah akan fokus memperkuat regulasi serta mempercepat pembentukan Satuan Tugas (Satgas) KDMP di berbagai daerah. Selain itu, pelatihan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program ini.
“Sinergi ini adalah kunci untuk menjadikan desa sebagai pusat perekonomian yang mandiri dan berkelanjutan, menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Wamenkeu.
Lebih lanjut, dukungan penuh dari Kementerian Keuangan disalurkan melalui skema pembiayaan sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025. Skema ini memungkinkan koperasi mengembangkan lini usaha sehingga KDMP dapat berfungsi sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi lokal yang langsung memberi manfaat bagi masyarakat desa.
Kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan dapat mempercepat pemerataan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi desa. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Rakorgab KDMP di Bali tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat kementerian terkait, pemerintah daerah, serta perwakilan koperasi dari berbagai provinsi, menandai sinergi yang kuat dalam mengoptimalkan potensi ekonomi desa. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar