Madiun (buseronline.com) - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali memperkuat peran aktifnya dalam upaya menekan inflasi melalui Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar di Lapak Kampir, Kelurahan Kanigoro, Kota Madiun pada Jumat.
Kegiatan yang melibatkan sinergi antara Polri, Bulog, dan Pemerintah Kota Madiun ini dihadiri langsung oleh Inspektur Pengawas Umum (Irwasum) Polri, Komjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo SH MHum MSi MM, Wali Kota Madiun Dr Drs H Maidi, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Komjenpol Dedi Prasetyo menjelaskan, distribusi nasional beras melalui program ini telah mencapai 310,25 ton di empat wilayah, termasuk 6 ton yang didistribusikan khusus di Madiun. Distribusi tersebut merupakan bagian dari integrasi program pasar murah yang bertujuan menekan harga bahan pokok.
“Polres Madiun Kota bersama Bulog dan Pemkot menyelenggarakan bazar Gerakan Pasar Murah dengan skema pembagian 500 kupon paket kebutuhan pokok,” terang Dedi. Paket yang disediakan meliputi 6 ton beras, 5 ton minyak goreng, dan 4 ton gula dengan harga terjangkau.
Masyarakat yang hadir dapat membeli Beras Medium SPHP seharga Rp55.000 per 5 kilogram, Gula Premium Rp16.500 per kilogram, serta minyak goreng merek MinyaKita Rp15.500 per liter. Pada hari pertama pelaksanaan, realisasi penjualan tercatat mencapai 250 kemasan beras, 130 kilogram gula, dan 150 liter minyak goreng.
Selain itu, Dedi Prasetyo menambahkan, pembangunan Pusat Layanan Pangan dan Gizi (SPPG) tengah difokuskan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kelompok rentan, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat jangka panjang.
“Ini adalah wujud kebijakan Kapolri dalam mendukung pemerintah melalui sinergi strategis dengan Bulog. Kami berharap Polri dapat terus berkolaborasi dengan Bulog di seluruh kota dan kabupaten guna menjaga stabilitas harga pangan serta mengawasi distribusi dan pasokan bahan pokok penting,” ungkapnya.
Lebih jauh, Dedi menyoroti peran penting Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai pilar utama pengendalian inflasi berbasis perlindungan sosial.
Antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap program ini terlihat dari terserapnya seluruh paket kupon dengan sempurna. Gerakan Pasar Murah dijadwalkan akan mencapai puncaknya dengan pelaksanaan serentak di seluruh Indonesia pada 13-14 Agustus 2024.
“Kolaborasi Polri, Bulog, dan pemerintah daerah bukan hanya bertujuan menekan inflasi, tetapi juga membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan,” pungkas Komjen Dedi usai meninjau pelaksanaan pasar murah. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar