Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen menjaga kepercayaan investor yang ingin menanamkan modalnya di wilayah ini. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat membuka acara Semarang Marketing Festival di Hotel Santika Premiere Kota Semarang, Selasa.
Menurut Sumarno, investasi menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Oleh karena itu, pelayanan kepada investor harus maksimal, efisien, dan sesuai prosedur yang berlaku.
“Kalau ada investor berminat, ya dicekeli (dijaga dan difasilitasi), jangan sampai lepas. Dimudahkan, dan dibantu sesuai prosedur dan tata kelola,” tegas Sumarno.
Sumarno menambahkan, pelayanan publik yang baik sejatinya merupakan bagian dari strategi marketing pemerintah. Ia menekankan bahwa semua aparatur sipil negara (ASN) harus menjadi fasilitator, bukan penghambat, bagi kelancaran proses investasi.
“Jangan sampai ketika ada investor yang berminat, justru terganggu dengan hal yang tidak seharusnya. Kita menjunjung tinggi amanah. ASN tugasnya memfasilitasi investor,” ujarnya.
Terlebih, Jawa Tengah telah ditetapkan sebagai provinsi penumpu pangan dan industri, sehingga sangat membutuhkan masuknya investasi dalam jumlah besar. Karena itu, dibutuhkan pendekatan komunikasi yang tepat dalam mengenalkan potensi daerah.
“Marketing bagi pemerintah, adalah bagaimana berkomunikasi dan menyampaikan produk kepada masyarakat dengan cara yang baik,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkapkan bahwa realisasi investasi Jawa Tengah sepanjang semester pertama tahun 2025 telah mencapai Rp45,58 T, atau setara 58,19 persen dari target investasi tahun ini.
“Alhamdulillah, ini pencapaian tertinggi selama ini. Dan kita selalu naik dari triwulan ke triwulan. Ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah tetap menjadi magnet investasi,” kata Sakina.
Investasi tersebut tercatat menyerap tenaga kerja sebanyak 222.373 orang, dan memunculkan sekitar 59.100 proyek baru.
Berdasarkan data DPMPTSP, investasi Penanaman Modal Asing (PMA) mendominasi dengan nilai Rp25,63 T atau 56 persen, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencatat Rp19,95 T atau 44 persen dari total investasi.
Lima negara teratas penyumbang PMA di Jawa Tengah selama semester I 2025 adalah:
1. Singapura – Rp5,87 T
2. Republik Rakyat Tiongkok – Rp5,42 T
3. Hongkong – Rp4,46 T
4. Korea Selatan – Rp3,39 T
5. Samoa Barat – Rp0,83 T
Untuk lokasi investasi PMA, daerah dengan nilai tertinggi adalah:
1. Kabupaten Demak – Rp5,93 T
2. Kabupaten Kendal – Rp4,30 T
3. Kota Semarang – Rp2,01 T
4. Kabupaten Batang – Rp1,86 T
5. Kabupaten Pemalang – Rp1,41 T
Sementara itu, lima besar lokasi favorit investasi PMDN adalah:
1. Kota Semarang – Rp3,73 T
2. Kabupaten Blora – Rp1,55 T
3. Kabupaten Kendal – Rp1,44 T
4. Kabupaten Banyumas – Rp1,26 T
5. Kabupaten Tegal – Rp1,18 T
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap capaian ini dapat terus meningkat dengan dukungan semua pihak, terutama dalam menjaga iklim investasi yang ramah, transparan, dan kompetitif. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar