Jumat, 10 April 2026

Pasar Rakyat dan Budaya Kembali Digelar Pemprov Jateng, Masyarakat Bisa Hadir Gratis

Selasa, 29 Juli 2025 12:09 WIB
Pasar Rakyat dan Budaya Kembali Digelar Pemprov Jateng, Masyarakat Bisa Hadir Gratis
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sadimin serta jajaran Pemprov Jateng menggelar rapat persiapan Pasar Rakyat dan Budaya 2025 di Semarang, Senin (28/7/2025). (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar Pasar Rakyat dan Budaya (Pasar Raya) 2025 yang akan berlangsung di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Kota Surakarta, pada 1–15 Agustus 2025. Acara tahunan ini terbuka untuk umum dan gratis, menghadirkan ratusan seniman dan pelaku budaya dari berbagai daerah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah sekaligus menjadi ruang apresiasi seni, edukasi budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan bahwa persiapan telah rampung. Ratusan seniman akan ambil bagian, terdiri dari sekitar 200 perupa, 70 kelompok seni pertunjukan, 20 band dari SMA/SMK, 41 band umum, serta partisipasi dari tiga museum di Jawa Tengah dan 80 pelaku UMKM lokal.

“Persiapan sudah oke dan mantap. Tinggal nanti pelaksanaan yang akan dibuka oleh Menteri Kebudayaan dan Gubernur Jawa Tengah,” ujar Sadimin usai bertemu Gubernur Ahmad Luthfi, Senin.

Sadimin juga menyebutkan bahwa untuk pertama kalinya dalam gelaran Pasar Raya, akan ada pemberian penghargaan kepada seniman dan budayawan Jawa Tengah, sesuai arahan Gubernur.

“Penghargaan tokoh budaya nanti disiapkan oleh tim kami. Nominasi akan diumumkan, dan penghargaan diberikan pada saat penutupan acara,” tambahnya.

Kepala TBJT, Suratno, menambahkan bahwa Pasar Raya 2025 akan menghadirkan berbagai atraksi kesenian tradisional dan kontemporer seperti tari, teater, barongsai, reog, hingga musik lesung. Di bidang seni rupa, pengunjung bisa menikmati pameran lukisan, patung, instalasi, dan fotografi.

Selain itu, panitia juga menyiapkan sekitar 30 stan kuliner jadul, yang akan menambah daya tarik pengunjung, terutama keluarga dan anak-anak.

“Kami ingin mengedukasi sekaligus menghibur. Banyak anak-anak kecil yang datang, jadi kami suguhkan tontonan sekaligus tuntunan melalui seni pertunjukan dan pameran,” jelas Suratno.

Grup musik lokal, Pedas Ndahe, dijadwalkan tampil saat pembukaan acara pada 1 Agustus. Selain Jawa Tengah, acara ini juga akan melibatkan lima provinsi lainnya, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Banten, dan Kalimantan Tengah, untuk menampilkan kekayaan budaya masing-masing.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Pasar Raya 2025. Ia menekankan bahwa kegiatan seni dan budaya tidak semata untuk kepentingan bisnis, melainkan sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya yang efektif.

“Bagus, apalagi gratis. Seni budaya bukan untuk orientasi bisnis, tapi sebagai edukasi kepada masyarakat. UMKM-nya nanti juga diramaikan, koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM,” ujarnya.

Melalui Pasar Raya, Pemprov Jateng berharap dapat memperkuat identitas budaya lokal, memperluas wawasan generasi muda, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
RSU Haji Medan Perkuat Perlindungan Tenaga Medis dalam Penanganan Campak
RSU Haji Medan dan RSJ Prof Ildrem Pastikan Tak Terapkan WFH, Layanan Tetap Normal
MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi
Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi Awal 2026, Perkuat Komitmen Energi Bersih
Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei
Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa
komentar
beritaTerbaru