Selasa, 07 April 2026

Produk Sepatu Murah Berkualitas di Stan Disperindag Jateng Fair 2025 Diburu Pengunjung

Dirgahayu Ginting - Senin, 30 Juni 2025 12:25 WIB
Produk Sepatu Murah Berkualitas di Stan Disperindag Jateng Fair 2025 Diburu Pengunjung
Pengunjung antusias memilih sepatu di stan Disperindag dan Dekranasda Jawa Tengah dalam gelaran Jateng Fair Festival 2025 di Gedung Merbabu, Kompleks PRPP Kota Semarang, Sabtu (28/6/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Produk sepatu lokal dengan harga terjangkau dan kualitas ekspor ramai diburu pengunjung di stan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah dalam ajang Jateng Fair Festival 2025 di Gedung Merbabu, Kompleks PRPP, Semarang.

Salah satu pengunjung, Elsa Dewantara, tampak sumringah usai membeli tiga pasang sepatu merek Aerostreet hanya dengan harga Rp270.000 atau Rp90.000 per pasang, jauh di bawah harga pasar yang umumnya berkisar Rp150.000 hingga Rp200.000.

“Tadi keliling-keliling Jateng Fair, terus lihat stan Disperindag ada Aerostreet. Kebetulan ada model yang cocok, sekalian saja beli,” ujar Dewa, pemuda asal Semarang, Sabtu malam.

Dewa menyebut, selain harga yang murah, kualitas sepatu yang dibelinya juga tidak kalah dengan produk yang dijual di toko-toko besar atau e-commerce. Hal serupa diungkapkan oleh Herlina, warga Kabupaten Semarang yang datang bersama anaknya.

“Harganya Rp90.000, murah banget. Tapi kualitasnya bagus, dari jahitannya, bahannya juga tebal dan rapi. Gak kalah dengan produk impor,” katanya usai berbelanja di stan Disperindag.

Kepala Bidang Industri Non Agro Disperindag Jateng, Esti Wulandari, mengatakan bahwa sepatu yang dipamerkan di Jateng Fair merupakan produk unggulan PT Adco Pakis Mas, produsen Aerostreet yang bermarkas di Klaten. Perusahaan tersebut telah mengekspor produknya ke berbagai negara dan dikenal memiliki standar manufaktur tinggi.

Selain Aerostreet, Disperindag Jateng juga menggandeng PT Trimas Bellindo Aparel Manufaktur dari Surakarta untuk menampilkan berbagai produk pakaian jadi seperti kaus, jaket, celana, tas, dan lainnya. Produk tersebut dijual dengan harga mulai Rp50.000, namun memiliki kualitas ekspor dan desain kekinian.

“Ini adalah produk industri lokal kita yang sudah menembus pasar internasional. Tapi kami bawa ke sini agar masyarakat bisa menikmatinya dengan harga terjangkau,” ujar Esti.

Ia menambahkan, melalui partisipasi dua perusahaan tersebut, Disperindag ingin menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap produk dalam negeri yang berkualitas tinggi dan kompetitif di pasar global.

“Kami ingin masyarakat merasa bangga menggunakan produk lokal. Jangan malu pakai produk dalam negeri karena kualitasnya tidak kalah,” tegasnya.

Stan Disperindag dan Dekranasda Jateng terbuka bagi pengunjung selama Jateng Fair Festival 2025 berlangsung, dari 27 Juni hingga 6 Juli 2025. Acara tahun ini dibuka gratis tanpa tiket masuk (HTM), sehingga menjadi pilihan favorit keluarga untuk berbelanja sekaligus berwisata.

Tidak hanya produk sepatu dan pakaian, stan tersebut juga menyajikan beragam produk kuliner dan kerajinan unggulan UMKM Jawa Tengah.

Lebih dari sekadar pameran, Jateng Fair 2025 juga menyuguhkan hiburan lengkap seperti konser musik dari musisi papan atas termasuk Jamrud dan Geisha, serta berbagai wahana permainan anak dan keluarga.

Bagi masyarakat yang ingin berbelanja fesyen berkualitas tanpa harus ke pusat perbelanjaan besar, stan Disperindag dan Dekranasda di Gedung Merbabu Kompleks PRPP Semarang bisa menjadi alternatif terbaik.

Informasi lebih lanjut mengenai jadwal acara dan promosi bisa diakses melalui akun resmi Instagram @prppjateng dan @jatengfairfestival2025. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru