Selasa, 07 April 2026

APBN Jadi Instrumen Countercyclical, Ekonomi Indonesia Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Global

Dirgahayu Ginting - Jumat, 20 Juni 2025 12:15 WIB
APBN Jadi Instrumen Countercyclical, Ekonomi Indonesia Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Global
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menyampaikan perkembangan kondisi perekonomian nasional dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta, Selasa (17/6/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan tekanan ekonomi dunia, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus bekerja sebagai instrumen countercyclical untuk menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan hal tersebut dalam Konferensi Pers APBN KiTA yang digelar di Jakarta, Selasa.

Menurut Menkeu, eskalasi konflik antara Israel dan Iran telah memicu lonjakan harga minyak global lebih dari 8 persen, dari kisaran USD70 menjadi USD78 per barel. Ketidakpastian juga diperparah oleh belum tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, yang berdampak langsung pada volatilitas pasar global.

“Risiko pertama adalah ketidakpastian harga yang cenderung naik. Disrupsi geopolitik menyebabkan tekanan harga, inflasi meningkat, sementara ekonomi global melemah. Ini kombinasi yang harus kita waspadai,” ujar Menkeu Sri Mulyani.

Situasi global tersebut turut memengaruhi sektor manufaktur. Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Global pada Mei 2025 tercatat di angka 49,6, terendah sejak Desember 2024. Sebanyak 70,8 persen negara anggota ASEAN dan G20 mengalami kontraksi, termasuk Indonesia yang mencatatkan angka PMI di 47,4.

“Ini akibat kondisi geopolitik yang makin rentan, berdampak pada ekspor, impor, manufaktur, hingga capital flow secara global,” jelas Sri Mulyani.

Menkeu juga menyampaikan bahwa harga sejumlah komoditas melonjak bukan karena permintaan pasar yang kuat, tetapi akibat disrupsi pasokan. Nilai tukar rupiah turut mengalami volatilitas, ditambah suku bunga utang yang meningkat, seiring dengan kebijakan fiskal Amerika Serikat yang agresif.

Lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk 2025 menjadi masing-masing 2,8 persen dan 2,3 persen. Volume perdagangan dunia juga diproyeksikan menurun menjadi hanya 1,7 persen, jauh lebih rendah dibandingkan 3,8 persen pada 2024.

Namun, di tengah kondisi tersebut, indikator ekonomi domestik Indonesia tetap solid. Indeks kepercayaan konsumen masih berada di zona optimis di angka 117,5. Penjualan sektor riil tumbuh 2,6 persen, konsumsi listrik untuk bisnis naik 4,5 persen dan untuk industri manufaktur 6,7 persen. Penjualan semen juga melonjak tajam hingga 29,98 persen.

Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2025 tumbuh 4,87 persen. Sementara inflasi tetap terkendali di 1,6 persen secara tahunan (yoy), dengan inflasi harga pangan (volatile food) rendah, administered price sebesar 1,36 persen, dan inflasi inti di level 2,4 persen.

“Ini menunjukkan adanya demand dalam ekonomi, dan bahwa harga pangan terkendali serta kebijakan pemerintah berjalan efektif,” kata Menkeu.

Sri Mulyani menyatakan keberhasilan menjaga stabilitas ekonomi nasional tidak terlepas dari peran APBN yang dikelola secara hati-hati namun tetap ekspansif. Fungsi countercyclical APBN dinilai efektif dalam menahan dampak tekanan global terhadap ekonomi nasional.

Hingga 31 Mei 2025, pendapatan negara tercatat sebesar Rp995,3 T. Di sisi lain, belanja negara mencapai Rp1.016,3 T yang diarahkan untuk program prioritas guna menjaga ekonomi nasional. Defisit APBN masih terkendali di level 0,09 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), dengan keseimbangan primer mencatatkan surplus Rp192,1 T.

“Di tengah tensi global dan volatilitas pasar, Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi, fiskal yang responsif, serta kesehatan APBN yang tetap terjaga,” pungkas Sri Mulyani. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
Tags
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru