Rabu, 27 Mei 2026

Pertamina NRE Dorong Percepatan Energi Terbarukan di ADSW 2025

Senin, 20 Januari 2025 11:09 WIB
Pertamina NRE Dorong Percepatan Energi Terbarukan di ADSW 2025
CEO Pertamina New & Renewable Energy, John Anis, berbicara dalam diskusi tentang percepatan pengembangan energi terbarukan di Abu Dhabi Sustainability Week 2025, Rabu (15/1/2025). (Dok/Pertamina)
Abu Dhabi (buseronline.com) - Pertamina New & Renewable Energy (NRE) menegaskan komitmennya dalam percepatan pengembangan energi terbarukan pada Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) 2025, Rabu.

Dalam diskusi bersama Jim Pagano, CEO Terra-Gen Power Holding America, CEO Pertamina NRE John Anis memaparkan langkah strategis yang dilakukan Indonesia untuk mendukung transisi energi global menuju Net Zero Emission 2060.

John mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi energi terbarukan mencapai 3.500 gigawatt (GW), meliputi energi surya, angin, bioenergi, dan panas bumi.

“Pertamina NRE fokus pada pengembangan bioetanol dan panas bumi. Ini adalah dua inisiatif strategis yang tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga meningkatkan stabilitas pasokan energi nasional,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa Indonesia, yang berada di kawasan ring of fire, memiliki keuntungan geografis dalam pengembangan energi panas bumi.

Namun, dukungan kebijakan pemerintah berupa subsidi energi terbarukan, insentif fiskal, dan kemitraan dengan sektor swasta sangat dibutuhkan untuk mempercepat transisi ini.

“Kami juga bekerja sama dengan investor internasional untuk memastikan pembiayaan berkelanjutan dalam proyek energi hijau. Kolaborasi adalah langkah kunci yang kami tempuh,” tambah John.

Diskusi antara John dan Jim menyoroti pentingnya pembiayaan inovatif, seperti green bonds dan kemitraan publik-swasta, dalam mempercepat proyek energi terbarukan skala besar. Selain itu, John menjelaskan bahwa Pertamina NRE juga mengedepankan pendekatan inklusif dalam setiap proyeknya.

“Kami tidak hanya fokus pada produksi energi, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal. Proyek kami dirancang agar memberikan manfaat langsung, seperti menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan akses energi yang merata,” ujarnya.

Namun, tantangan masih ada, terutama pada kebutuhan infrastruktur seperti jaringan transmisi energi dan regulasi pendukung. John menambahkan bahwa peningkatan teknologi dan keandalan jaringan akan menjadi prioritas utama dalam beberapa tahun ke depan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menambahkan bahwa keterlibatan Pertamina NRE dalam forum global seperti ADSW merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemitraan internasional dalam pengembangan energi terbarukan.

“Pertamina mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission 2060 dengan berbagai inisiatif, termasuk membangun energi transisi yang berkelanjutan,” kata Fadjar.

Sebagai pemimpin dalam transisi energi, Pertamina terus mendorong program yang sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Seluruh upaya ini didasarkan pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diterapkan di seluruh lini bisnis.

Dengan pendekatan kolaboratif dan inovasi yang berkelanjutan, Pertamina optimistis bahwa transisi menuju energi terbarukan skala besar dapat dicapai, membawa Indonesia dan dunia menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Ada Titip-Menitip dalam Penerimaan Siswa Sekolah Maung
Pemprov Jateng Dorong Kajian Obligasi Daerah untuk Pembiayaan Pembangunan
Korbrimob Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Lewat Pelatihan Terjun Payung
Mendikdasmen Tegaskan Sekolah Swasta Mitra Strategis Pemerintah dalam Pendidikan Bermutu
PHHB GBKP Setia Budi Medan Kunjungi PPOS Sukamakmur
PKK Jateng Dorong Penguatan Ekonomi Keluarga Lewat Program Kapulaga
komentar
beritaTerbaru