Jumat, 10 April 2026

Menko Bidang Pangan: Kerja Keras Semua Pihak Kunci Swasembada Pangan

Rabu, 01 Januari 2025 09:42 WIB
Menko Bidang Pangan: Kerja Keras Semua Pihak Kunci Swasembada Pangan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas Kebijakan Bidang Pangan di Istana Jakarta, Senin (30/12/2024). (Dok/Humas Setkab)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Hal ini disampaikan Menko Zulkifli usai mengikuti Rapat Terbatas terkait Kebijakan Bidang Pangan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

“Dengan kerja keras dan fokus semua pihak, kita optimis bisa mencapai swasembada pangan sesuai arahan Presiden,” kata Zulkifli Hasan.

Menko Zulkifli mengungkapkan bahwa produksi pangan domestik, khususnya beras, menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada Januari 2024, produksi beras naik dari 0,35 juta ton menjadi 1,3 juta ton, sementara Februari meningkat dari 0,8 juta ton menjadi 2,08 juta ton.

“Kenaikan produksi ini menjadi bukti bahwa kita mampu memenuhi kebutuhan pangan dari dalam negeri,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut, pemerintah mengambil keputusan strategis untuk menghentikan impor sejumlah bahan pokok, termasuk beras, jagung, gula konsumsi, dan garam.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan memaksimalkan produksi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan nasional.

“Tahun depan, tidak ada impor beras, jagung, gula konsumsi, atau garam. Ini langkah berani untuk mendukung petani lokal,” ungkap Zulkifli.

Sebagai bentuk dukungan kepada petani, pemerintah juga menetapkan kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP). Harga gabah kering naik dari Rp6.000 menjadi Rp6.500 per kilogram, sementara harga jagung naik dari Rp5.000 menjadi Rp5.500 per kilogram.

“Kenaikan harga ini adalah kabar baik bagi petani, sehingga mereka bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar,” tambahnya.

Pemerintah juga berkomitmen untuk menyerap seluruh hasil produksi petani dengan harga yang telah ditetapkan. “Berapa pun hasil produksi gabah dan jagung dari petani, semuanya akan diserap pemerintah,” kata Zulkifli.

Menko Zulkifli memastikan bahwa produk pangan dalam negeri tidak akan dikenakan kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN). “Seluruh produk pangan, baik beras biasa, beras merah, maupun beras ketan, tidak akan mengalami kenaikan PPN,” tandasnya.

Dengan kebijakan ini, pemerintah optimistis swasembada pangan dapat tercapai sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
RSU Haji Medan Perkuat Perlindungan Tenaga Medis dalam Penanganan Campak
RSU Haji Medan dan RSJ Prof Ildrem Pastikan Tak Terapkan WFH, Layanan Tetap Normal
MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi
Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi Awal 2026, Perkuat Komitmen Energi Bersih
Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei
Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa
komentar
beritaTerbaru