Senin, 06 April 2026

Presiden Prabowo Umumkan Kenaikan UMN 6,5 Persen untuk Tahun 2025, Dukung Kesejahteraan Buruh

Dirgahayu Ginting - Selasa, 03 Desember 2024 03:37 WIB
Presiden Prabowo Umumkan Kenaikan UMN 6,5 Persen untuk Tahun 2025, Dukung Kesejahteraan Buruh
Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan pers terkait kenaikan rata-rata upah minimum nasional (UMN) sebesar 6,5 persen tahun 2025, di Ruang Sidang Kabinet, Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (29/11/2024). (Dok/BPMI Setpres)
Jakarta (buseronline.com) - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kenaikan Upah Minimum Nasional (UMN) sebesar 6,5 persen untuk tahun 2025. Pengumuman ini disampaikan setelah rapat terbatas yang membahas sejumlah isu, termasuk penetapan upah minimum.

“Upah minimum adalah jaringan pengaman sosial yang sangat penting bagi pekerja, terutama bagi mereka yang bekerja kurang dari 12 bulan, dengan mempertimbangkan kebutuhan hidup layak. Tujuan utama dari penetapan upah minimum adalah untuk meningkatkan daya beli pekerja, sambil tetap memperhatikan daya saing usaha,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat.

Presiden menjelaskan bahwa Menteri Ketenagakerjaan Yassierli awalnya mengusulkan kenaikan UMN sebesar 6 persen. Namun, setelah berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk pimpinan serikat buruh, pemerintah memutuskan untuk menaikkan UMN sebesar 6,5 persen.

Selain itu, Presiden juga menyampaikan bahwa penetapan upah minimum sektoral akan menjadi kewenangan dewan pengupahan di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten, dengan ketentuan lebih lanjut akan diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya program tambahan kesejahteraan buruh. Salah satunya adalah pemberian makanan bergizi bagi anak-anak dan ibu hamil dari keluarga buruh berpenghasilan rendah. "Kami merencanakan memberikan bantuan sekitar Rp10.000 per anak atau ibu hamil per hari. Meskipun anggaran terbatas, kami akan pastikan bantuan ini cukup bermutu dan bergizi," lanjutnya.

Program tersebut akan menjadi pelengkap bagi bantuan sosial lainnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH), yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga buruh.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus berkomitmen untuk memperjuangkan perbaikan kesejahteraan buruh di masa mendatang. "Kami akan terus berupaya memastikan kesejahteraan buruh di seluruh lapisan masyarakat," tutup Presiden.

Dalam keterangan pers tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru