Selasa, 07 Juli 2026

Kesehatan dan Iklim: Penekanan Wamenkeu dalam Kebijakan Global

Sabtu, 28 September 2024 10:08 WIB
Kesehatan dan Iklim: Penekanan Wamenkeu dalam Kebijakan Global
Wamenkeu Suahasil Nazara menegaskan pentingnya integrasi kesehatan dan perubahan iklim, Uzbekistan, Rabu (25/9/2024). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara mengungkapkan pentingnya integrasi antara kesehatan dan perubahan iklim dalam kebijakan global saat berpidato di acara di Uzbekistan, Rabu.

Ia menyoroti bahwa dua dekade lalu, hubungan antara keduanya tidak dianggap signifikan, namun kini dampaknya terhadap kesehatan masyarakat semakin jelas.

Dalam pidatonya, Wamenkeu mengutip studi dari Bank Dunia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menunjukkan bahwa pada tahun 2030, perubahan iklim dapat mendorong tambahan 132 juta orang ke dalam kemiskinan ekstrem dan menyebabkan 44 juta orang mengalami masalah kesehatan.

Proyeksi biaya kesehatan tahunan akibat dampak tersebut diperkirakan mencapai antara $2 hingga $4 miliar, yang akan sangat membebani sistem kesehatan di negara berkembang.

"Angka-angka ini sangat memprihatinkan. Ini tidak dapat diterima dan kita harus melakukan sesuatu untuk mengatasinya," tegas Suahasil.

Deklarasi COP 28 menjadi titik balik penting, menurutnya, yang menegaskan bahwa kesehatan harus menjadi dimensi utama dalam tindakan iklim. Ia menyatakan bahwa kesehatan kini dilihat sebagai isu kelangsungan hidup, bukan hanya lingkungan.

Indonesia juga berkomitmen aktif dalam mengaitkan pembiayaan kesehatan dengan kebijakan iklim melalui G20 Joint Finance and Health Task Force dan Coalition of Finance Ministers for Climate Action.

"Ini penting agar para menteri keuangan memahami dan mendukung alokasi anggaran untuk isu-isu iklim dan kesehatan," imbuhnya.

Ia menyampaikan bahwa Indonesia telah meluncurkan platform Indonesia Energy Transition Mechanism untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar batubara. Ia menekankan bahwa perubahan iklim adalah darurat kesehatan global yang perlu ditangani dengan serius. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
Tags
WHO
beritaTerkait
Museum KAA Bandung Kian Diminati, Lebih dari 35 Ribu Wisatawan Berkunjung Selama Semester I 2026
Panen Raya Udang Vaname, Pemprov Jateng Siapkan Revitalisasi 72 Ribu Hektare Tambak Pantura
Norwegia Singkirkan Brasil 2-1, Haaland Antar Timnya ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Inggris Tundukkan Meksiko 3-2, Jude Bellingham Bersinar dan Antar The Three Lions ke Perempat Final
Piala Presiden 2026 Resmi Diluncurkan, Delapan Klub Siap Ramaikan Turnamen Pramusim
Ratusan Atlet Pelajar Ramaikan O2SN SMA/SMK Tingkat Jawa Barat 2026
komentar
beritaTerbaru