Jumat, 10 April 2026

DPR Sahkan RUU APBN 2025: Pendapatan Negara Tembus Rp3.000 Triliun

Jumat, 20 September 2024 07:01 WIB
DPR Sahkan RUU APBN 2025: Pendapatan Negara Tembus Rp3.000 Triliun
Rapat Paripurna, DPR RI mengesahkan RUU APBN 2025, Jakarta, Kamis (19/9/2024) (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - DPR RI telah menyetujui RUU APBN 2025 dalam Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat II, Kamis.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pendapatan negara untuk tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp3.005,1 triliun, dengan rincian penerimaan perpajakan sebesar Rp2.490,9 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp513,6 triliun. Ini menandai pertama kalinya pendapatan negara melampaui angka Rp3.000 triliun.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa target penerimaan perpajakan didorong oleh reformasi perpajakan, perluasan basis pajak, serta peningkatan kepatuhan wajib pajak. Sementara PNBP ditingkatkan melalui reformasi pengelolaan sumber daya alam, optimalisasi dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan pemanfaatan teknologi digital.

Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) pada tahun 2025 mencapai Rp1.160,1 triliun, sedangkan transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp919,9 triliun bertujuan untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. Total belanja negara pada tahun 2025 diperkirakan sebesar Rp3.621,3 triliun, dengan defisit APBN ditetapkan pada 2,53% dari Produk Domestik Bruto (PDB), atau sebesar Rp616,2 triliun.

Sri Mulyani juga menyebutkan bahwa pembiayaan utang sebesar Rp775,9 triliun akan dikelola secara prudent dan sustainable. Asumsi dasar ekonomi makro untuk APBN 2025 meliputi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%, inflasi 2,5%, dan nilai tukar rupiah sebesar Rp16.000 per USD.

Program prioritas APBN 2025 mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, ketahanan pangan, dan pembangunan infrastruktur. APBN 2025 dirancang untuk mendukung transisi pemerintahan yang lancar, dengan fokus pada keberlanjutan dan stabilitas ekonomi.

"APBN 2025 dirancang untuk menjaga stabilitas, inklusivitas, serta keberlanjutan, dan mendukung reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi Indonesia," kata Sri Mulyani. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
RSU Haji Medan Perkuat Perlindungan Tenaga Medis dalam Penanganan Campak
RSU Haji Medan dan RSJ Prof Ildrem Pastikan Tak Terapkan WFH, Layanan Tetap Normal
MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi
Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi Awal 2026, Perkuat Komitmen Energi Bersih
Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei
Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa
komentar
beritaTerbaru