Rabu, 10 Juni 2026

Tingkatkan Literasi Keuangan Antisipasi Jeratan Pinjol Ilegal

Senin, 30 Oktober 2023 11:40 WIB
Tingkatkan Literasi Keuangan Antisipasi Jeratan Pinjol Ilegal
Sekda Jawa Tengah Sumarno foto bersama dengan lainnya di sela acara “The Jewel of Central Java“, di Lapangan Pancasila, Semarang, Sabtu (28/10/2023) malam. (Dok/Kominfo Jawa Tengah)

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memberikan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.


Hal itu guna mengantisipasi masyarakat agar tidak terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal. Selain itu, masyarakat dapat memahami dan mampu mengakses layanan lembaga keuangan.


“Selama ini kami sudah melakukan kolaborasi mengenai inklusi dan literasi keuangan. Ini menjadi salah satu program yang harus kita kejar, sebab cakupan inklusi maupun literasi keuangan kita belum 100 persen,” kata Sekda Jawa Tengah Sumarno di sela acara “The Jewel of Central Java“, di Lapangan Pancasila (Simpanglima) Semarang, Sabtu malam.


Menurutnya, literasi dan inklusi keuangan yang masih rendah, menjadi kendala masyarakat dalam mengakses permodalan. Sebab, masyarakat tidak mengetahui perihal layanan lembaga keuangan maupun pinjaman permodalan perbankan, dengan bunga rendah. Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang terjebak rentenir dan pinjol ilegal.


Oleh karena itu, kata Sumarno, Pemprov Jawa Tengah terus mendukung berbagai kegiatan inklusi keuangan, supaya pemahaman masyarakat meningkat.


Dengan begitu, akses modal bagi pelaku UMKM maupun maraknya pinjol yang menyasar berbagai kalangan masyarakat, dapat diatasi bersama.


Sementara, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra menjelaskan, pihaknya berkolaborasi dengan OJK Jateng-DIY menyelenggarakan Bulan Inklusi Keuangan dan Safari Rupiah.


Melalui kegiatan Safari Rupiah, Bank Indonesia mensosialisasikan kepada masyarakat tentang cinta, bangga, dan paham rupiah.


Rahmat mengatakan, sebagai warga Indonesia yang tinggal di Tanah Air, wajib menggunakan mata uang rupiah dalam bertransaksi, baik tunai maupun nontunai. Hal itu sekaligus untuk menumbuhkan nasionalisme dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.


“Ini adalah bulan inklusi keuangan yang digagas oleh OJK. Kenapa acara ini disebut The Jewel of Central Java, karena ini mungkin satu-satunya kota di Indonesia yang OJK dan Bank Indonesia berkolaborasi memeriahkan inklusi keuangan,” tutur Rahmat. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Negara Rugi Rp622 Miliar
Operasi Patuh 2026 Ditunda, Korlantas Polri Masih Lakukan Evaluasi
Kader PKK Karanganyar Diajari Olah Lele Tanpa Amis dan Budikdamber untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Wamendikdasmen Dorong Guru Menjadi Arsitek Pembelajaran Melalui Pendekatan Deep Learning
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
komentar
beritaTerbaru