Kamis, 29 Oktober 2026

Terasi Udang Rebon Asahan Tembus Pasar Thailand, Ekspor Perdana Senilai Rp230 Juta

Kamis, 29 Oktober 2026 10:30 WIB
Terasi Udang Rebon Asahan Tembus Pasar Thailand, Ekspor Perdana Senilai Rp230 Juta
Ekspor perdana dilepas Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Wakil Gubernur Sumut Surya di depan Kantor Bupati Asahan, Sabtu (24/10/2026).

Asahan (buseronline.com) - Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Sumatera Utara (Sumut) kembali menembus pasar internasional. Kali ini, terasi udang rebon produksi Kabupaten Asahan berhasil diekspor ke Thailand sebanyak 40 ton dengan nilai mencapai sekitar Rp230 juta.

Ekspor perdana tersebut dilepas Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Wakil Gubernur Sumut Surya di depan Kantor Bupati Asahan, pada 24 Oktober 2026. Pelepasan ditandai dengan keberangkatan truk kontainer yang membawa produk terasi udang rebon menuju Thailand.

"Hari ini kita melepas ekspor perdana produk UMKM asal Kabupaten Asahan, berupa terasi udang rebon sebanyak 40 ton ke Thailand, dengan nilai sekitar Rp230 juta," kata Zulkifli Hasan.

Ekspor ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi produk olahan lokal untuk bersaing di pasar internasional. Selain memperluas jangkauan pemasaran, langkah tersebut juga menjadi upaya meningkatkan nilai tambah hasil perikanan dan mendorong perekonomian masyarakat pesisir.

Kabupaten Asahan memiliki garis pantai sekitar 56 kilometer di Selat Malaka dan menjadi salah satu daerah penghasil perikanan tangkap terbesar di Sumut. Hingga September 2026, produksi perikanan tangkap di daerah tersebut tercatat mencapai 50.658 ton.

Potensi perikanan itu menjadi sumber bahan baku bagi berbagai usaha pengolahan hasil laut, termasuk produksi terasi udang rebon yang melibatkan pelaku UMKM setempat.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Asahan, ekspor komoditas terasi pada 2025 mencapai 1.897,7 ton dengan nilai sekitar Rp21 miliar. Pada 2026, volume ekspor meningkat menjadi 2.758,5 ton dengan nilai sekitar Rp34 miliar.

Peningkatan volume dan nilai ekspor tersebut menunjukkan peluang pengembangan produk olahan hasil laut Asahan di pasar global. Pengiriman perdana ke Thailand diharapkan menjadi awal perluasan jaringan pemasaran sekaligus mendorong keberlanjutan usaha UMKM lokal.

Zulkifli Hasan berharap ekspor terasi ke Thailand dapat berlangsung secara rutin. Ia juga meminta dukungan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Asahan, untuk membantu UMKM mengembangkan usaha dan memperluas akses pasar.

"Dengan begini, setelah melepas ekspor terasi, akses pasar semakin terbuka. Kita minta Bank Indonesia, Pak Bupati, tolong didukung semua agar UMKM kita bisa berkembang," tegasnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Menko Pangan juga menyerahkan bantuan pangan berupa beras kepada 164 penerima manfaat. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Penerima bantuan dari kelompok desil 1-4 memperoleh beras sebanyak 10 kilogram per bulan. Penyaluran dilakukan sekaligus untuk tiga bulan, sehingga setiap penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.

Setelah penyaluran periode Juli-September 2026, bantuan pangan kembali dilanjutkan untuk periode Oktober-Desember 2026 dengan jumlah yang sama.

Untuk menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat di luar kelompok penerima tersebut, pemerintah juga menambah satu juta ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga April 2027. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat pasokan beras di pasar dengan harga terjangkau.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Transmigrasi, anggota DPR RI, Bupati dan Wakil Bupati Asahan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Asahan, serta pemangku kepentingan sektor kelautan dan perikanan.

Ekspor ini diharapkan semakin memperkenalkan produk olahan hasil laut Asahan ke pasar internasional sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku UMKM dan memperkuat perekonomian masyarakat pesisir Sumut. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Polri Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Senilai Rp3,48 Triliun di Perairan Asahan
Kapal Tanker Pengangkut 1,16 Ton Ketamin di Sumut Berulang Kali Ganti Nama, Ini Modusnya
KPK dan Imigrasi Pulangkan Warga Thailand Buronan Interpol Terkait Dugaan Suap US$300 Ribu
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman: Pencapaian Terbaik dalam Karier Saya
DPO Kasus Judi Online Ditangkap di Thailand, Dibawa Pulang ke Indonesia
Thailand Bantai Pakistan 4-0 di Laga Perdana FIFA ASEAN Cup 2026
komentar
beritaTerbaru