Jumat, 23 Oktober 2026

Investasi Jawa Tengah Capai Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Tenaga Kerja

Jumat, 23 Oktober 2026 13:05 WIB
Investasi Jawa Tengah Capai Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Tenaga Kerja
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berita kata sambutan saat membuka Semarang Business Forum ke-19 Tahun 2026 di The Suri Ballroom, Queen City Mall, Kota Semarang, Rabu (21/10/2026).

Semarang (buseronline.com) - Realisasi investasi di Provinsi Jawa Tengah mencapai Rp72,54 triliun hingga triwulan III 2026. Dilansir dari laman Jatengprov, capaian tersebut berasal dari 82.420 proyek dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 340.334 orang.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat membuka Semarang Business Forum (Sembiz) ke-19 Tahun 2026 di The Suri Ballroom, Queen City Mall, Kota Semarang, pada 21 Oktober 2026.

Dari total realisasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp31,77 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp40,77 triliun.

Adapun lima daerah dengan realisasi investasi tertinggi adalah Kabupaten Kendal sebesar Rp13,61 triliun, Kota Semarang Rp9,07 triliun, Kabupaten Batang Rp8,54 triliun, Kabupaten Temanggung Rp5,05 triliun, dan Kabupaten Demak Rp4,29 triliun.

Ahmad Luthfi mengatakan, pengembangan ekonomi daerah tidak dapat hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Peran investasi swasta dan kerja sama antardaerah diperlukan untuk memperluas kegiatan usaha serta membuka lapangan kerja.

"Business forum ini ada tiga hal yang sangat krusial. Yang pertama tourism (pariwisata), yang kedua trade (perdagangan), dan yang ketiga investasi. Ini tiga mata rantai yang tidak bisa kita pisahkan," kata Luthfi.

Ia mendorong Kota Semarang menjadi pusat penggerak investasi dan pertumbuhan ekonomi kawasan. Menurutnya, kolaborasi dengan daerah sekitar dapat mengoptimalkan potensi perdagangan, pariwisata, dan investasi sekaligus menciptakan pusat-pusat ekonomi baru.

Kota Semarang dinilai memiliki posisi strategis untuk menghubungkan potensi ekonomi daerah di sekitarnya, seperti Kendal, Demak, Grobogan, dan Salatiga.

Melalui pembagian peran yang tepat, setiap daerah diharapkan mampu mengembangkan keunggulan masing-masing serta saling mendukung dalam menarik investor.

Luthfi juga menilai Jawa Tengah memiliki daya tarik investasi di tengah tantangan ekonomi global dan keterbatasan fiskal. Kondisi iklim usaha yang kondusif serta ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif menjadi modal penting, terutama bagi pengembangan industri padat karya.

"Ada 57 perusahaan Vietnam padat karya nanti akan membangun di wilayah kita. Karena role model kegiatan padat karyanya Vietnam sama dengan kita. Dan dia akan buka cabang di wilayah kita," ungkapnya.

Ia berharap penyelenggaraan forum bisnis seperti Sembiz dapat menjadi pemicu bagi kabupaten dan kota lain untuk mempromosikan potensi investasi, perdagangan, serta pariwisata di wilayah masing-masing. "Jadi business forum ini untuk apa? Untuk menciptakan ekonomi baru di wilayah masing-masing," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, kolaborasi antardaerah menjadi kebutuhan penting dalam pengembangan investasi. Pasalnya, Kota Semarang memiliki keterbatasan lahan untuk pembangunan kawasan industri berskala besar.

Karena itu, pengembangan ekonomi Kota Semarang lebih diarahkan pada sektor perdagangan dan jasa, dengan dukungan daerah penyangga yang memiliki potensi industri dan sumber daya lainnya.

"Kota Semarang tidak bisa sendiri. Pemerintah Kota Semarang tidak bisa sendiri. Maka kami mengundang seluruh investor untuk turut serta bersama-sama, mengembangkan usaha untuk kebersamaan dan kemajuan," ujarnya.

Agustina menambahkan, Sembiz yang telah diselenggarakan sebanyak 19 kali menjadi wadah untuk mempertemukan investor dengan berbagai peluang usaha. Pemerintah Kota Semarang juga terus mengevaluasi hasil penyelenggaraan sebelumnya agar kerja sama yang terbangun dapat ditindaklanjuti.

Salah satu peluang yang ditawarkan adalah pengembangan kawasan wisata Tinjomoyo dengan tetap mempertahankan fungsi hutan. Pengembangan tersebut diharapkan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Ia menegaskan, pemerintah berkewajiban memastikan investasi tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Melalui Sembiz 2026, diharapkan sinergi antara pemerintah, investor, dan daerah penyangga semakin kuat sehingga mampu memperluas kesempatan kerja, mengembangkan potensi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemkab Temanggung Terapkan Sekolah Kalih Ngaji di 100 SD Negeri
Gubernur Jateng Tekankan Sinergi Forkopimda dalam Pisah Sambut Pangdam IV/Diponegoro
Edukasi Keselamatan, Kedisiplinan, dan Lingkungan Warnai Kegiatan Pelajar di Batang dan Pekalongan
Batik Rifa’iyah Terancam Punah, Nawal Dorong Regenerasi Pembatik di Batang
BKOW Jateng Bentuk Relawan Perunggu, Perkuat Pendampingan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak
Revitalisasi Dua Sekolah di Jepara Diharapkan Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
komentar
beritaTerbaru