Selain mengoptimalkan bonus demografi, Indonesia juga berpeluang memperoleh manfaat dari bonus demografi kedua atau silver dividend. Konsep ini merujuk pada potensi kontribusi ekonomi penduduk lanjut usia yang tetap sehat, aktif, dan produktif.
"Untuk memperoleh manfaat bonus demografi kedua (silver dividend), kita harus berinvestasi pada kualitas SDM jauh sebelum seseorang memasuki usia lanjut, bahkan sejak sebelum kelahiran, masa anak-anak, pendidikan, hingga memasuki dunia kerja," jelasnya.
Dari sisi fiskal, Suahasil mengingatkan bahwa penuaan penduduk yang tidak diimbangi dengan produktivitas memadai berpotensi meningkatkan kebutuhan belanja negara dan menekan penerimaan negara. Oleh karena itu, investasi SDM harus dipandang sebagai upaya jangka panjang untuk memperkuat perekonomian dan menjaga keberlanjutan fiskal.
Melalui investasi SDM yang berkelanjutan, pemerintah berharap transisi demografi dapat menjadi peluang untuk meningkatkan produktivitas, mendorong penciptaan lapangan kerja, serta mengantisipasi risiko ekonomi akibat penuaan penduduk.
Dengan demikian, penguatan kualitas SDM sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan bonus demografi memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan ketahanan fiskal Indonesia dalam jangka panjang. (R)
beritaTerkait
komentar