Selasa, 13 Oktober 2026

TPID Sumut Intervensi Pasar, Harga Cabai Merah Turun Jadi Rp55 Ribu per Kg

Selasa, 13 Oktober 2026 08:20 WIB
TPID Sumut Intervensi Pasar, Harga Cabai Merah Turun Jadi Rp55 Ribu per Kg
TPID Sumut melakukan intervensi pasar untuk menekan kenaikan harga cabai merah dan daging ayam potong.

Medan (buseronline.com) - Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Sumatera Utara (TPID Sumut) melakukan intervensi pasar untuk menekan kenaikan harga cabai merah dan daging ayam potong.

Upaya tersebut berhasil menurunkan harga cabai merah menjadi Rp55.000 per kilogram (kg) dan daging ayam potong menjadi Rp35.000 per kg.

Intervensi dilakukan di sejumlah pasar di Kota Medan dan sekitarnya pada 12 Oktober 2026, menindaklanjuti arahan Gubernur Sumut Bobby Nasution untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan melindungi daya beli masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap mengatakan intervensi dilakukan menyusul tingginya harga kedua komoditas tersebut di pasaran.

Sebelum intervensi, harga cabai merah berkisar Rp70.000 hingga Rp80.000 per kg, bahkan lebih tinggi di sejumlah lokasi. Setelah intervensi, harga cabai merah turun menjadi Rp55.000 per kg.

Sementara harga daging ayam potong yang sebelumnya mencapai Rp40.000 hingga Rp50.000 per kg kini menjadi Rp35.000 per kg.

"Hari ini, TPID Pemerintah Provinsi Sumut bersama sejumlah pemangku kepentingan melaksanakan intervensi harga cabai merah dan daging ayam sekaligus memantau perkembangan harga bahan pokok penting lainnya di sejumlah pasar di Kota Medan," ujar Dedi saat ditemui di sela-sela pemantauan di Pasar Sukaramai, Medan.

Dalam kegiatan tersebut, TPID Sumut menyalurkan cabai merah yang dipasok langsung dari kelompok petani untuk dijual dengan harga Rp55.000 per kg di pasar sasaran.

Kegiatan ini melibatkan Disperindag ESDM Sumut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Perusahaan Daerah Aneka Industri dan Jasa (PD AIJ) Sumut, Bank Indonesia, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut.

Sejumlah pasar yang menjadi lokasi intervensi meliputi Pasar Sukaramai, Pasar Palapa atau Brayan, Pasar Petisah, Pasar Sei Sikambing, Pasar Delitua, Pasar Tanjung Morawa, dan Pasar Kampung Lalang.

Dedi menegaskan, pemantauan dan evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan intervensi tepat sasaran dan berdampak nyata terhadap stabilitas harga pangan.

"Kami akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi agar intervensi ini tepat sasaran serta memberikan dampak nyata terhadap stabilisasi harga pangan dan pengendalian inflasi di Sumut," katanya.

Pemantauan harga bahan pokok juga akan dilanjutkan hingga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya perayaan Natal dan Tahun Baru pada Desember mendatang.

Direktur Utama PD AIJ Sumut, Swangro Lumbanbatu mengatakan intervensi pasar merupakan bagian dari upaya bersama untuk mengendalikan inflasi. Menurutnya, cabai merah dan daging ayam potong termasuk komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi.

"Sebagaimana tadi disampaikan Pak Kadis Perindag bahwa kegiatan ini sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi di Sumut, mengingat dua komoditas tersebut merupakan bagian dari penyumbang inflasi," ujarnya.

Swangro menjelaskan, cabai merah yang disalurkan dalam kegiatan tersebut berasal langsung dari kelompok petani di daerah dengan jumlah hampir satu ton.

Ia menambahkan, kegiatan intervensi dan pemantauan harga akan terus dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak terkait untuk menjaga daya beli masyarakat.

Penurunan harga cabai merah dan daging ayam potong disambut positif oleh para pedagang. Mereka berharap harga yang lebih terjangkau dapat dipertahankan dan tidak hanya berlaku selama intervensi berlangsung.

Rahmiyati, pedagang cabai merah yang telah berjualan selama 35 tahun di Pasar Sukaramai, berharap stabilitas harga dapat menguntungkan petani dan pedagang sekaligus menjaga kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kami berharap harga ini tetap stabil sehingga semuanya mampu membeli. Petani tidak rugi dan pedagang seperti kami enak menjualnya, masyarakat pun tetap bisa membeli," ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas upaya menjaga stabilitas harga pangan. "Tentunya kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, semoga harganya terus stabil seperti ini," katanya.

Harapan serupa disampaikan Siti Khadijah, pedagang ayam potong di Pasar Sukaramai. Ia berharap harga ayam Rp35.000 per kg dapat dipertahankan agar pembeli tetap mampu memenuhi kebutuhan pangan.

"Mudah-mudahan jangan sifatnya sementara, kalau sudah mahal pembeli nggak ada. Kalau Rp35 ribu/kg ini sudah standar, tolong jangan sifatnya ini sementara," ucapnya.

Pemerintah Provinsi Sumut bersama TPID akan terus memantau ketersediaan pasokan dan perkembangan harga bahan pokok. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan, mendukung pengendalian inflasi, serta mempertahankan daya beli masyarakat di Sumut. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Inflasi Sumut Terendah Keempat Nasional, Capai 2,71 Persen
Harga Ayam Tembus Rp50 Ribu per Kg, TPID Sumut Perketat Pengawasan Pasokan
Inflasi Medan Juli 2026 Terendah di Sumut, Pemko Perkuat Pengendalian Harga
Bupati Taput Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Bahas Sensus Ekonomi 2026
Pemprov Sumut Gandeng Rumah Tani Nusantara Perkuat Pengendalian Inflasi
Ekonomi Bandung Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Farhan Ingatkan Ancaman Inflasi
komentar
beritaTerbaru