Sabtu, 26 September 2026

Pemprov Sumut dan Kadin Perkuat Kolaborasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 26 September 2026 11:45 WIB
Pemprov Sumut dan Kadin Perkuat Kolaborasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor dalam Rapimprov Kadin Sumut Tahun 2026 sekaligus peringatan HUT ke-58 Kadin Indonesia di Hotel Adimulia Medan, Kamis (24/9/2026).

Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta seluruh pelaku usaha memperkuat kolaborasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing dunia usaha dan industri, memperluas akses pasar, serta mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar naik kelas.

Ajakan itu disampaikan Pj Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Timur Tumanggor dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Sumut Tahun 2026 sekaligus peringatan HUT ke-58 Kadin Indonesia di Hotel Adimulia Medan, pada 24 September 2026.

Timur mengatakan, Sumut memiliki potensi ekonomi yang besar dari berbagai sektor, mulai dari perkebunan, perikanan, kelautan, pariwisata hingga industri pengolahan.

Potensi tersebut, menurut dia, perlu didukung konektivitas dan infrastruktur yang semakin efisien. Dengan demikian, biaya logistik dapat ditekan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk daerah.

"Sebanyak 40 persen dari APBD Sumut dianggarkan untuk infrastruktur dan ini diwajibkan oleh pemerintah pusat. Itulah yang dilaksanakan oleh Dinas PU dan Sumber Daya Air. Karena itu, Pemprov Sumut tidak bisa melaksanakan sendiri. Harus ada Kadin, pelaku usaha di dalamnya," ujar Timur.

Ia menyebut sejumlah langkah perlu diperkuat untuk mendorong perekonomian Sumut. Di antaranya memperkuat konektivitas antarwilayah, mempercepat hilirisasi industri, serta memperluas akses pembiayaan dan investasi berkualitas.

Pemprov Sumut juga berkomitmen mempercepat realisasi investasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Investasi diharapkan tidak sekadar menghadirkan modal, tetapi juga membuka lapangan kerja, mendorong transfer teknologi, serta memperkuat kemitraan antara usaha besar dan UMKM.

Selain itu, pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi barang serta mendukung UMKM agar mampu berkembang dan menembus pasar global.

"Saya berharap hasil Rapimprov ini tidak berhenti pada pembahasan di ruang sidang, tetapi ditindaklanjuti menjadi program kerja yang terukur, memperkuat konektivitas antarwilayah, memperluas akses pasar, mendorong hilirisasi industri, serta memperkokoh kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha di seluruh kabupaten dan kota di Sumut," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Sumut Firsal Dida Mutyara mengatakan Sumut memiliki modal ekonomi yang besar, khususnya dari sektor perkebunan yang menghasilkan komoditas sawit, karet, kopi dan kakao.

Sumut juga memiliki sejumlah infrastruktur strategis, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei sebagai basis industri hilir kelapa sawit dan turunannya, Kuala Tanjung sebagai pelabuhan dan simpul logistik di jalur Selat Malaka, serta Bandara Kualanamu sebagai gerbang udara internasional di Pulau Sumatera.

Selain itu, Tol Trans Sumatera menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas antarkota dan pusat produksi. Sementara Danau Toba menjadi salah satu destinasi pariwisata super prioritas nasional.

"Ini menjadi modal besar dan sudah sepatutnya kita tumbuh lebih cepat dari rata-rata nasional. Pertumbuhan ekonomi Sumut pada triwulan II mencapai 5,06 persen, meningkat dibanding triwulan sebelumnya," kata Firsal.

Namun, Firsal mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang dihadapi dunia usaha di berbagai daerah. Persoalan tersebut antara lain ketimpangan antarwilayah, ketergantungan terhadap komoditas mentah, tekanan fiskal daerah, akses pembiayaan dan kapasitas UMKM, serta iklim investasi.

Ia juga menilai pembangunan di Kepulauan Nias membuka peluang bagi pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin, khususnya di sektor konstruksi.

Menurut Firsal, pelaku usaha memiliki peran besar dalam menggerakkan perekonomian Sumut. Karena itu, ia berharap pemerintah memberikan ruang dan kemudahan bagi dunia usaha untuk meningkatkan investasi di Sumut.

"Kami mewakili seluruh pengusaha di sini. Kami yang memutar perekonomian Sumut lebih dari 90 persen. Jadi kami mohon dikasih karpet merah untuk berinvestasi, saya juga sampaikan nanti ke Pak Gubernur. Sehingga bisa memberikan manfaat lebih untuk Sumut," ujarnya.

Rapimprov Kadin Sumut 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Sumut. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Sumut Optimistis Realisasi APBD 2026 Capai Target
Pelatihan UMKM GAMKI Sumut Diikuti Lebih dari 300 Pelaku Usaha
Pemprov Sumut Perkuat Kemitraan dengan Amerika Serikat, Dorong Investasi dan Perdagangan
Rico Waas: Pembinaan UMKM Harus Ciptakan Pelaku Usaha Mandiri dan Berpenghasilan
Pemprov Sumut Kembangkan Kawasan Unggulan Perikanan Tangkap dan Budidaya
Pemprov Sumut Salurkan Rp49,5 Miliar untuk Program Bersekolah Gratis
komentar
beritaTerbaru