Sabtu, 07 November 2026

Kementan Siapkan hingga 2 Juta Hektare untuk Pengembangan Bioetanol Nasional

Selasa, 22 September 2026 12:20 WIB
Kementan Siapkan hingga 2 Juta Hektare untuk Pengembangan Bioetanol Nasional
Mentan RI Andi Amran Sulaiman saat memimpin Rapat Program Khusus Pengembangan Bioetanol bersama 44 bupati dari sejumlah daerah di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Dalam menyiapkan lahan, pemerintah akan memprioritaskan kawasan yang sesuai secara teknis dan memiliki kepastian legalitas. Amran menegaskan pengembangan bioetanol tidak boleh mengabaikan aspek lingkungan.

Pemerintah akan mengkaji berbagai sumber lahan yang tersedia, termasuk kawasan yang dapat diarahkan untuk agroforestri atau tanaman pangan serta lahan yang telah dilepaskan.

Pelepasan kawasan hutan, kata Amran, akan menjadi pilihan terakhir. "Pokoknya kita jaga lingkungan, tetapi kita juga menjadi swasembada energi atau berdaulat energi," katanya.

Menurut Amran, pengembangan bioetanol nantinya tidak hanya menghasilkan bahan bakar alternatif, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi baru. Ekosistem tersebut mencakup sektor budidaya, pengolahan hasil pertanian, pembangunan industri hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

"Kalau ini terjadi, minimal itu 8 juta tenaga kerja tercipta dan tenaga kerja permanen. Hebat kan? Hebat Indonesia itu," ujarnya.

Pemerintah juga menargetkan peningkatan penggunaan etanol sebagai campuran bahan bakar secara bertahap. Peningkatan bauran tersebut akan disesuaikan dengan kesiapan bahan baku dan kapasitas industri.

"Ini E5, E10, E20 di 2029. Bisa perkiraan kita menuju nanti, bisa kita hitung ya, kalau kita bergerak dari sekarang itu bisa E40 2030, 2031," ungkap Amran.

Untuk mempercepat pelaksanaan program, Kementan menggandeng 44 bupati dari berbagai daerah. Pemerintah daerah diharapkan melakukan pemetaan terhadap potensi lahan, komoditas, serta kesiapan wilayah untuk masuk dalam rantai pasok bioetanol nasional.

Amran menegaskan pengembangan bioetanol menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kedaulatan energi dengan memanfaatkan potensi sektor pertanian dalam negeri.

"Intinya adalah bagaimana kita berdaulat energi, pangan, protein. Insyaallah Indonesia menjadi negara besar, negara superpower ke depan," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Swasembada Pangan Dipercepat dan Produksi Pertanian Meningkat
Mentan Amran Telusuri Rantai Pasok Ayam dan Telur, Soroti Kesenjangan Harga hingga Rp45.000 per Kilogram
Kementan Siapkan Anggaran Rp3,6 Triliun untuk Jawa Timur, Perkuat Peternakan dan Ketahanan Pangan
Pemerintah Targetkan Tambah 600 Ribu Sapi Perah hingga 2029
Mentan Amran Siapkan Beasiswa bagi 20 Mahasiswa Palestina
Kementan Percepat Infrastruktur Air Pertanian, Jaga Produksi dan Tingkatkan Indeks Pertanaman
komentar
beritaTerbaru