Rabu, 16 September 2026

Pemko Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor

Rabu, 16 September 2026 08:40 WIB
Pemko Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri ke Fortuna Shoes di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (14/9/2026).

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung terus mendorong industri sepatu memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja masyarakat.

Dilansir dari laman Jabarprov, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penguatan sektor manufaktur menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, investasi, dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Hal itu disampaikan Farhan saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri ke Fortuna Shoes di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, pada 14 September 2026.

Farhan menilai Fortuna Shoes memiliki potensi besar dalam memperkuat sektor industri dan perdagangan Kota Bandung melalui produk manufaktur yang mampu bersaing di pasar internasional.

"Dalam setahun terakhir kita hanya tumbuh 0,22 persen. Ini bermasalah karena pertumbuhan manufacturing akan sangat berpengaruh terhadap penyediaan lapangan pekerjaan dan juga pengembangan investasi," ujar Farhan.

Menurutnya, pertumbuhan manufaktur perlu terus digenjot karena sektor tersebut memiliki kemampuan besar dalam menyerap tenaga kerja.

Salah satu dukungan yang menjadi perhatian Pemko Bandung adalah memastikan produk daerah yang berorientasi ekspor memiliki Surat Keterangan Asal (SKA).

Farhan mengatakan, SKA bukan hanya menjadi dokumen administratif untuk kegiatan ekspor, tetapi juga dapat memperkuat identitas produk sekaligus meningkatkan nilai ekonomi daerah asal.

"Dengan adanya surat keterangan asal, maka jualan di mana pun sepatu buatan Fortuna ini orang semua tahu bahwa dia berasal dari Kota Bandung. Itu menjadi sangat penting," katanya.

Farhan mengungkapkan, industri sepatu dan modest fashion atau busana muslim menjadi dua sektor ekonomi kreatif yang saat ini tengah didorong Pemko Bandung.

Kedua sektor tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan dalam jumlah besar.

"Sepatu dan baju muslim atau modest fashion sedang kita dorong sebagai dua komoditas andalan ekonomi kreatif di Kota Bandung. Kemampuannya meningkatkan nilai tambah dan menyediakan lapangan pekerjaan luar biasa," ujarnya.

Selain SKA, Pemko Bandung juga mendorong penguatan identitas wilayah pada produk manufaktur lokal. Upaya tersebut dinilai penting untuk memberikan perlindungan serta meningkatkan nilai tambah produk asal Kota Bandung.

"Produk-produk manufacturing apabila berkembang dan sudah diberi label, maka akan bisa terproteksi dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Itu yang mungkin akan kita perjuangkan berikutnya setelah SKA," kata Farhan.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri mengapresiasi kualitas produk yang dihasilkan Fortuna Shoes.

Dalam kunjungan tersebut, Wamendag melihat langsung proses produksi sepatu mulai dari tahap awal hingga produk akhir.

"Kami sangat bangga karena kualitas sepatunya juga sangat bagus dan berdaya saing di pasar internasional," ujarnya.

Dyah Roro menyebut Fortuna Shoes telah menembus pasar ekspor di sejumlah negara, di antaranya Jepang, Inggris, dan beberapa negara Eropa.

Menurutnya, SKA memiliki peran penting dalam memastikan kejelasan asal produk Indonesia yang dipasarkan ke pasar internasional, termasuk identitas daerah asal produk.

Kementerian Perdagangan juga mendorong Fortuna Shoes memanfaatkan Trade Expo Indonesia sebagai sarana memperluas jaringan bisnis dan bertemu dengan buyer dari berbagai negara.

"Harapannya dengan keterlibatan Fortuna Shoes ini di dalam pameran tersebut nanti bisa mendapatkan kesempatan untuk ekspansi pasar ke negara-negara lainnya," katanya.

Kementerian Perdagangan, lanjut Dyah Roro, memiliki jaringan perwakilan perdagangan di 33 negara yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mencari buyer sekaligus membuka peluang pasar baru.

Pemerintah juga menyediakan fasilitasi business pitching dan business matching secara daring sehingga pelaku usaha dapat menjajaki pasar luar negeri tanpa harus selalu datang langsung ke negara tujuan.

"Kami memberikan tugas khusus untuk mencarikan buyer dan pasar luar negeri. Business pitching dan business matching ini bisa dilakukan secara online," ujarnya.

Selain mendorong ekspor, Dyah Roro menilai keberadaan Fortuna Shoes memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Lebih dari 60 persen pekerja di industri tersebut merupakan perempuan. Bahkan, sejumlah karyawan telah bekerja selama 20 hingga 30 tahun. "Jadi saya bersyukur melihat multiplier effect-nya juga sangat positif," kata Dyah Roro. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemko Bandung Perketat Pengawasan MBG, Tiga SPPG Masuk Pengawasan Khusus
Grand Final SKDG Liga Garut 2026 Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Penggerak Ekonomi Peternak
Pemprov Jabar Bakal Gabungkan Sejumlah OPD, Dedi Mulyadi: Struktur Sedikit, Fungsi Banyak
GIIAS Bandung 2026 Resmi Dibuka, Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif Jawa Barat
Pemko Bandung Perkuat Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak
Disdik Jabar Terbitkan Edaran Kewaspadaan Erupsi Gunung Anak Krakatau
komentar
beritaTerbaru