Sementara itu, Ketua Kelompok/Perwakilan Peserta Stula PKA VII yang juga Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora
Jawa Tengah, Anton Asfihani, mengatakan studi lapangan tersebut memberikan gambaran mengenai pengelolaan promosi event, destinasi, serta ekosistem ekonomi kreatif.
"Melalui studi lapangan ini, kami membedah bagaimana Dinas Pariwisata DIY memanfaatkan aplikasi Visiting Jogja sebagai sarana promosi event dan destinasi secara komprehensif, sekaligus instrumen pengumpulan data publik berbasis evidence-based policy," kata Anton.
Menurutnya, keterlibatan unsur pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media melalui konsep pentahelix menjadi bagian penting dalam pengembangan desa wisata.
Melalui studi lapangan tersebut, peserta PKA VII Pemprov Jateng diharapkan mampu mengadopsi berbagai inovasi dan praktik baik yang diterapkan DIY. Hasil pembelajaran itu selanjutnya dapat menjadi bahan untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan publik di
Jawa Tengah, khususnya dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. (R)
beritaTerkait
komentar