Kamis, 10 September 2026

Stula PKA VII Jateng Kaji Inovasi Visiting Jogja dan Pengembangan Desa Wisata

Kamis, 10 September 2026 18:00 WIB
Stula PKA VII Jateng Kaji Inovasi Visiting Jogja dan Pengembangan Desa Wisata
Pemprov Jateng melalui BPSDMD Provinsi Jawa Tengah menggelar Stula PKA Angkatan VII Tahun 2026 ke Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Rabu (9/9/2026).

Yogyakarta (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) melalui BPSDMD Provinsi Jawa Tengah menggelar Studi Lapangan (Stula) Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan VII Tahun 2026 ke Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada 9 September 2026.

Dilansir dari laman Jatengprov, studi lapangan tersebut menjadi ajang bagi para peserta untuk mempelajari keberhasilan inovasi digital Visiting Jogja, sekaligus menggali strategi pengembangan desa wisata berbasis ekonomi kreatif melalui kolaborasi pentahelix.

Kegiatan itu didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono. Ia mengatakan, banyak program pariwisata Jawa Tengah dan DIY yang memiliki kesamaan sehingga dapat menjadi bahan kaji tiru untuk meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata.

"Program kita sebenarnya banyak yang sama, tetapi ada hal-hal yang perlu kita kaji tiru, seperti pengembangan desa wisata dan destinasi pariwisata. Hal utama yang penting adalah pengembangan aglomerasi dari tingkat desa, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional," ujar Hanung.

Menurut Hanung, kolaborasi pariwisata tidak boleh berhenti pada batas administratif. Kerja sama lintas provinsi, khususnya antara Jawa Tengah dan DIY, dinilai penting untuk meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus memperpanjang masa tinggal wisatawan.

"Jika length of stay di Jogja sudah mencapai 1,5 hari, Jawa Tengah saat ini masih di angka 1,2 hingga 1,3 hari. Kaji tiru dan kerja sama pariwisata ini sangat berguna bagi peserta Stula PKA VII untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata secara bersama-sama," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Eling Priswanto menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai Jawa Tengah dan DIY memiliki kedekatan geografis serta potensi wisata yang saling melengkapi.

"Jawa Tengah dan DIY ini wilayahnya beririsan. Ada Borobudur dan Prambanan yang menjadi bagian dari kedua wilayah. Tidak perlu kita pertentangkan atau berebut, tetapi saling menguatkan," ujar Eling.

Ia mengatakan, wisatawan yang berkunjung ke DIY dapat diarahkan untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di Jawa Tengah, begitu pula sebaliknya. Kondisi tersebut semakin didukung dengan konektivitas transportasi yang semakin baik.

Dalam pengembangan pariwisata, DIY juga mengandalkan platform Visiting Jogja untuk memperkenalkan destinasi, kebudayaan, serta potensi desa wisata. Saat ini terdapat 275 desa wisata di DIY dengan karakteristik dan potensi yang berbeda-beda.

"Guna memajukan pariwisata, kunci utamanya adalah sinergi, kolaborasi multisektor, dan penerapan konsep pentahelix dengan melibatkan media massa. Digitalisasi seperti Visiting Jogja penting untuk memodernisasi cara pemasaran tanpa meninggalkan kearifan lokal," jelasnya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Program Kapulaga Didorong Perkuat Ekonomi Keluarga di Jawa Tengah
Salatiga Ukir Sejarah di Popda Jateng 2026, Tiga Cabor Sumbang Emas
Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Putri Cempo Dapat Pengobatan Gratis
Produksi Padi Jateng Capai 6,69 Juta Ton, Target 10,5 Juta Ton Optimistis Tercapai
Pemprov Jateng dan PODSI Perkuat Pembinaan Atlet Dayung
Kompolnas Visitasi Kompolnas Awards 2026, Soroti Inovasi Bhabinkamtibmas di Jateng
komentar
beritaTerbaru