Ia pun mendorong pemerintah kecamatan, desa, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk bersama-sama mengembangkan kawasan wisata tersebut agar pertumbuhan pariwisata berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Selain pelatihan, Pemprov
Jawa Tengah mendorong hilirisasi produk Kapulaga melalui akses pemasaran, fasilitasi perizinan edar, dan sertifikasi halal bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Program Kapulaga diharapkan menjadi instrumen penguatan UMKM berbasis keluarga sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal. Saat ini, Jawa Tengah memiliki sekitar 4,4 juta unit UMKM.
Ketua TP
PKK Wonosobo Dyah Afif Nurhidayat menambahkan bahwa program Kapulaga relevan dengan upaya penanganan kemiskinan melalui penguatan dan pendampingan UMKM.
Menurutnya, peluncuran Kapulaga di kawasan wisata Jalisu merupakan bentuk kolaborasi dan gotong royong pemerintah bersama masyarakat dalam mendorong peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Wonosobo. (R)
beritaTerkait
komentar