Kamis, 10 September 2026

Program Kapulaga Didorong Perkuat Ekonomi Keluarga di Jawa Tengah

Kamis, 10 September 2026 09:40 WIB
Program Kapulaga Didorong Perkuat Ekonomi Keluarga di Jawa Tengah
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin memberikan kata sambutan saat peluncuran Kapulaga di Kawasan Wisata Jalisu, Desa Butuh Kidul, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, pada 8 September 2026.

Wonosobo (buseronline.com) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah terus mendorong penguatan ekonomi keluarga melalui Program Kelompok Usaha Berbasis Keluarga (Kapulaga).

Dilansir dari laman Jatengprov, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga dengan mengembangkan potensi usaha masyarakat di setiap daerah.

"PKK fokus pada pembinaan keluarga. Dari sektor keluarga ini, diharapkan bisa memunculkan income (pendapatan) yang mendukung ketahanan ekonomi," kata Nawal saat peluncuran Kapulaga di Kawasan Wisata Jalan Lingkar Sumbing (Jalisu), Desa Butuh Kidul, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, pada 8 September 2026.

Menurut Nawal, keluarga merupakan fondasi penting dalam membangun perekonomian masyarakat. Ia menyebut banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang awalnya berkembang dari skala rumah tangga hingga mampu menembus pasar internasional.

"Banyak UMKM sukses yang berawal dari skala rumah tangga, bahkan ada yang sudah ekspor ke 11 negara," ujarnya.

Ia menjelaskan, program Kapulaga disusun berdasarkan potensi dan karakteristik masing-masing daerah. Dengan demikian, pelatihan yang diberikan dapat disesuaikan dengan sumber daya lokal.

Di Wonosobo, masyarakat diberikan pelatihan pengolahan komoditas lokal, di antaranya labu siam menjadi selai dan pengeringan cabai. Selain itu, terdapat pelatihan barista serta pengolahan kopi untuk menangkap peluang ekonomi dari perkembangan kawasan wisata Jalur Lingkar Sumbing.

"Pelatihan disesuaikan dengan potensi daerah. Peluncuran di Wonosobo ini menjadi proyek percontohan (pilot project)," jelas Nawal.

Tidak hanya memberikan pelatihan, TP PKK Jawa Tengah juga menyiapkan pendampingan lanjutan bagi kelompok usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Pendampingan tersebut meliputi akses permodalan, pemasaran, pengembangan produk, serta pengurusan perizinan.

Nawal menargetkan program Kapulaga dapat diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. "Ke depan, program Kapulaga akan kami perluas ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi kolaborasi TP PKK Jawa Tengah dan TP PKK Kabupaten Wonosobo dalam menjalankan program tersebut.

Menurut Taj Yasin, kawasan Jalur Lingkar Sumbing memiliki potensi ekonomi dan pariwisata yang besar. Keberadaan warung, kafe, dan angkringan di kawasan tersebut menunjukkan adanya aktivitas ekonomi masyarakat yang perlu terus dikembangkan.

Ia pun mendorong pemerintah kecamatan, desa, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk bersama-sama mengembangkan kawasan wisata tersebut agar pertumbuhan pariwisata berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Selain pelatihan, Pemprov Jawa Tengah mendorong hilirisasi produk Kapulaga melalui akses pemasaran, fasilitasi perizinan edar, dan sertifikasi halal bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Program Kapulaga diharapkan menjadi instrumen penguatan UMKM berbasis keluarga sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal. Saat ini, Jawa Tengah memiliki sekitar 4,4 juta unit UMKM.

Ketua TP PKK Wonosobo Dyah Afif Nurhidayat menambahkan bahwa program Kapulaga relevan dengan upaya penanganan kemiskinan melalui penguatan dan pendampingan UMKM.

Menurutnya, peluncuran Kapulaga di kawasan wisata Jalisu merupakan bentuk kolaborasi dan gotong royong pemerintah bersama masyarakat dalam mendorong peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Wonosobo. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Salatiga Ukir Sejarah di Popda Jateng 2026, Tiga Cabor Sumbang Emas
Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Putri Cempo Dapat Pengobatan Gratis
Produksi Padi Jateng Capai 6,69 Juta Ton, Target 10,5 Juta Ton Optimistis Tercapai
Pemprov Jateng dan PODSI Perkuat Pembinaan Atlet Dayung
Kompolnas Visitasi Kompolnas Awards 2026, Soroti Inovasi Bhabinkamtibmas di Jateng
CJIBF 2026 di Jakarta Catat Potensi Investasi Rp19,07 Triliun
komentar
beritaTerbaru