Jumat, 04 September 2026

Produksi Padi Jateng Capai 6,69 Juta Ton, Target 10,5 Juta Ton Optimistis Tercapai

Jumat, 04 September 2026 14:35 WIB
Produksi Padi Jateng Capai 6,69 Juta Ton, Target 10,5 Juta Ton Optimistis Tercapai
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri panen raya padi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Kamis (3/9/2026).

Pemalang (buseronline.com) - Produksi padi di Jawa Tengah sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 6,69 juta ton atau sekitar 63 persen dari target tahunan sebesar 10,5 juta ton.

Dilansir dari laman Jatengprov, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi optimistis target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun. Optimisme itu didukung musim panen raya kedua yang hampir mencapai puncak serta potensi panen ketiga di sejumlah daerah.

"Januari-Agustus ini sudah 6,69 juta ton. Hari ini kita panen padi di Pemalang, di kabupaten lain juga melakukan panen. Apabila ini bisa dipertahankan, maka akan bisa terpenuhi," kata Luthfi saat menghadiri panen raya padi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, pada 3 September 2026.

Luthfi menyebut Pemalang sebagai salah satu dari lima daerah penyangga produksi padi di Jawa Tengah. Untuk meningkatkan produktivitas petani, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian, seperti traktor, combine harvester, pompa air, serta benih.

Menurutnya, bantuan tersebut diberikan sesuai kebutuhan di berbagai daerah. Pemerintah juga mendorong optimalisasi lahan sawah tadah hujan melalui perpompaan dan perpipaan, serta meningkatkan pemanfaatan jaringan irigasi tersier pada sawah irigasi.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares mengatakan, ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama yang menentukan produktivitas pertanian. "Semua petani itu sebenarnya tergantung pada air. Kalau ada air, mereka pasti akan menanam padi," ujarnya.

Ia menambahkan, melalui penerapan metode PMAS (Pertanian Modern Agriculture Advance System), dua kali musim tanam dinilai sudah cukup untuk menghasilkan produksi yang tinggi. Pemprov Jateng juga menjalankan program Pilar Jateng untuk mendukung perencanaan pembangunan pertanian.

Program tersebut memuat pemetaan kondisi lahan, infrastruktur irigasi, serta alat dan mesin pertanian sehingga bantuan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran. "Dari situ kita bisa tentukan intervensi atau bantuan yang akan diberikan kepada kelompok tani," kata Frans.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sri Berkah 1 Tegalbati, Petarukan, mengaku terbantu dengan bantuan combine harvester. Selama ini, kelompok tani harus mendatangkan mesin panen dari daerah lain dengan biaya yang cukup besar.

"Terima kasih atas bantuan combine harvester ini. Biasanya kami datangkan dari daerah lain. Pada musim tanam satu kami kadang telat panen karena menunggu mesin dari daerah lain. Itu juga memengaruhi harga gabah," ungkapnya.

Pemerintah berharap bantuan sarana pertanian, penguatan irigasi, serta penerapan teknologi modern dapat meningkatkan produktivitas petani sekaligus membantu Jawa Tengah mencapai target produksi padi 10,5 juta ton pada 2026. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Jateng dan PODSI Perkuat Pembinaan Atlet Dayung
Kompolnas Visitasi Kompolnas Awards 2026, Soroti Inovasi Bhabinkamtibmas di Jateng
CJIBF 2026 di Jakarta Catat Potensi Investasi Rp19,07 Triliun
PLTS Terapung Gajah Mungkur Dibangun, Ditargetkan Beroperasi Akhir 2027
Karhutla Jateng Capai 232 Kejadian, Naik 700 Persen Dibanding Tahun Lalu
Jateng Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Ancaman Kekeringan
komentar
beritaTerbaru