Sabtu, 24 Oktober 2026

Pascabencana, Pemko Medan Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi Digital

Selasa, 01 September 2026 19:45 WIB
Pascabencana, Pemko Medan Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi Digital
Pj Sekretaris Daerah Kota Medan Erfin Fahrurrazi saat membacakan sambutan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas pada pembukaan Workshop Digital Entrepreneurship yang digelar Kementerian Ekraf di Hotel Grandhika Medan, Senin (31/8/2026).

Medan (buseronline.com) - Pemerintah Kota Medan mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi digital untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi.

Pj Sekretaris Daerah Kota Medan Erfin Fahrurrazi mengatakan pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dilakukan dengan membangun kembali sarana dan fasilitas yang terdampak. Peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital juga menjadi bagian penting agar aktivitas ekonomi dapat kembali tumbuh.

Hal itu disampaikan Erfin saat membacakan sambutan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas pada pembukaan Workshop Digital Entrepreneurship yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Hotel Grandhika Medan, pada 31 Agustus 2026.

Erfin menyebutkan, dari 21 kecamatan di Kota Medan, sebanyak 19 kecamatan sempat terdampak bencana. Menurutnya, program pemulihan ekonomi dari pemerintah pusat menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk bangkit dan mengembangkan usahanya.

"Kami sangat mengapresiasi Kota Medan dipilih sebagai lokasi workshop ini. Ketika kita berbicara tentang pemulihan, yang kita bangun bukan hanya sarana dan fasilitas, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk kembali berdiri, berkembang, dan menciptakan peluang baru," ujar Erfin.

Ia menilai perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat menjalankan usaha, memasarkan produk, serta menjangkau konsumen. Dengan teknologi digital, produk UMKM dapat dipasarkan ke wilayah yang lebih luas tanpa terbatas jarak dan lokasi.

Karena itu, Erfin berharap pelaku ekonomi kreatif dan UMKM tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai sarana untuk menciptakan peluang usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan nilai produk.

"Kita ingin melalui workshop ini para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Medan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadikan teknologi sebagai sarana untuk menciptakan peluang, memperluas pasar, dan meningkatkan nilai usahanya," katanya.

Sementara itu, Direktur Aplikasi sekaligus Plt Direktur Jasa TIK Kementerian Ekraf Tri Wahyudi menjelaskan workshop tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Percepatan Pemulihan Ekonomi di Daerah Terdampak Bencana.

Menurut Tri, Kementerian Ekraf mengambil peran strategis dalam memulihkan unit bisnis masyarakat yang terdampak bencana agar dapat kembali beroperasi dan berkembang secara berkelanjutan.

"Jika instansi lain fokus pada penanggulangan awal bencana, Kemenekraf mengambil peran strategis untuk membangkitkan kembali unit bisnis warga yang sempat terdampak," jelasnya.

Sebanyak 100 peserta mengikuti workshop tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan sejumlah aplikasi digital, di antaranya ToCo untuk membantu manajemen bisnis dan Canva untuk mendukung desain produk.

Tri berharap digitalisasi dapat membantu UMKM mengurangi ketergantungan terhadap sistem operasional konvensional sekaligus memperluas jangkauan pasar.

"Program ini diproyeksikan untuk mengawal para pelaku usaha lokal agar bisa tumbuh menjadi pemain skala nasional hingga mampu melambaikan bendera bisnisnya di pasar global," katanya.

Workshop tersebut juga menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Medan, Arrahmaan Pane, sebagai salah satu narasumber.

Arrahmaan memaparkan pengembangan Super Apps berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mengintegrasikan berbagai layanan masyarakat dalam satu aplikasi.

Menurutnya, pengembangan aplikasi tersebut merupakan arahan Wali Kota Medan Rico Waas untuk menyatukan aplikasi, layanan publik, dan informasi kota dalam satu aplikasi induk bernama Medan Satu Data.

"Pengembangan aplikasi pintar ini merupakan arahan langsung dari Bapak Wali Kota Medan Rico Waas. Di mana seluruh aplikasi, layanan publik, hingga informasi kota akan disatukan dalam satu aplikasi induk Medan Satu Data," pungkasnya. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Prabowo Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun pada 2027, Petani dan Nelayan Jadi Sasaran
Pemkab Toba Perkuat Tata Kelola Dekranasda, TP Posyandu, dan PKK untuk Program 2027
Rico Waas Dorong Galeri Mustika Deli Jadi Pusat Promosi Produk UMKM Medan
Tiga UMKM Binaan Pertamina Raih Penghargaan UKM Pangan Award 2026
30 UMKM Binaan Pertamina Ikuti Trade Expo Indonesia 2026, Potensi Transaksi Tembus Rp3,28 Miliar
Pj Sekdaprov Sumut Ajak UMKM Manfaatkan Digitalisasi untuk Naik Kelas
komentar
beritaTerbaru