Sabtu, 29 Agustus 2026

CJIBF 2026 di Jakarta Catat Potensi Investasi Rp19,07 Triliun

Sabtu, 29 Agustus 2026 08:45 WIB
CJIBF 2026 di Jakarta Catat Potensi Investasi Rp19,07 Triliun
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat potensi investasi sebesar Rp19,07 triliun dalam gelaran CJIBF 2026 yang digelar di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat potensi investasi sebesar Rp19,07 triliun dalam gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang digelar di Hotel Bidakara Jakarta, pada 27 Agustus 2026.

Dilansir dari laman Jatengprov, potensi tersebut diperkirakan masih akan bertambah melalui rangkaian pertemuan langsung antara pelaku usaha dengan calon investor.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah Sakina Rosellasari mengatakan CJIBF digelar di Jakarta untuk memperkenalkan berbagai peluang investasi di Jawa Tengah kepada calon investor yang banyak beraktivitas di ibu kota.

"Kegiatan CJIBF diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, asosiasi, BUMD, BUMN, perbankan, serta calon investor dari dalam dan luar negeri," ujar Sakina.

Menurutnya, CJIBF 2026 merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya digelar di Semarang pada Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, tercatat 74 pertemuan dari 36 pelaku usaha melalui sesi one-on-one meeting.

Pertemuan itu selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan pendampingan investasi oleh pemerintah daerah. Sejumlah komitmen investasi juga dihasilkan, antara lain melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Beberapa komitmen tersebut yakni PT Hyrecmas Garam Nusantara dengan rencana investasi Rp681,84 miliar, PT Hailex Technology Indonesia Rp175 miliar, PT Cipta Kreasi Wisata Rp200 miliar, serta PT Fayyad Industri Pangan Halal Terhubung sebesar Rp8,75 triliun.

Selain itu, terdapat kerja sama pengembangan waste to energy melalui PT Energy International bersama tujuh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Komitmen investasi lainnya berasal dari PT Yosun Tire and Rubber Indonesia asal China dengan nilai investasi Rp4 triliun di KEK Industropolis Batang.

Perwakilan British Chamber, Danish Chamber of Commerce, dan Consul Asia, Ian Betts, menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk menarik investor, terutama pada sektor investasi hijau, ekowisata, dan kawasan industri.

Menurut Ian, pembangunan berkelanjutan menjadi salah satu daya tarik bagi investor global karena sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan CJIBF merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

"Tugas kami adalah mempermudah izin, menyiapkan lahan, menjaga keamanan, serta menjamin kepastian agar pertumbuhan ekonomi dan bisnis berkembang di Jawa Tengah," ujar Luthfi.

Ia menegaskan setiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, strategi investasi akan disesuaikan dengan karakter dan keunggulan masing-masing daerah.

Pemprov Jawa Tengah juga berupaya agar investasi yang masuk tidak hanya memberikan dampak terhadap perusahaan besar, tetapi turut melibatkan pelaku usaha lokal.

Luthfi menyebut terdapat sekitar 4,2 juta UMKM skala mikro yang perlu didorong agar mampu berkembang dan masuk ke dalam rantai pasok industri.

"Yang dibutuhkan bukan hanya permodalan dan pemasaran, tetapi bagaimana usaha mikro bisa naik kelas menjadi kecil atau menengah," katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Ichsan Zulkarnaen, mengatakan arah investasi Indonesia ke depan akan semakin diarahkan pada sektor yang mampu menghasilkan nilai tambah tinggi.

Ia menilai Jawa Tengah memiliki daya tarik kuat karena didukung kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, serta ekosistem investasi yang terus berkembang.

"Jawa Tengah menjadi salah satu pendorong investasi, karena memiliki dua kawasan ekonomi khusus dan tujuh kawasan industri, yang beberapa di antaranya sudah memiliki fasilitas KLIK (Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi)," kata Ichsan.

Dengan berbagai potensi tersebut, Pemprov Jawa Tengah berharap CJIBF dapat menjadi pintu masuk bagi investasi baru sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Jawa Tengah. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
PLTS Terapung Gajah Mungkur Dibangun, Ditargetkan Beroperasi Akhir 2027
Karhutla Jateng Capai 232 Kejadian, Naik 700 Persen Dibanding Tahun Lalu
Jateng Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Ancaman Kekeringan
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Warga Jateng Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
Jateng Jadikan Desa Kepyar Proyek Percontohan Pengentasan Kemiskinan
Pemprov Jateng Tingkatkan Literasi melalui Transformasi Perpustakaan
komentar
beritaTerbaru