Sabtu, 05 September 2026

Jateng Pacu Pembangunan Dry Port di Batang dan Kendal

Senin, 17 Agustus 2026 08:45 WIB
Jateng Pacu Pembangunan Dry Port di Batang dan Kendal
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama sejumlah pengelola kawasan industri, BUMD, dan dinas terkait melakukan studi komparatif ke Cikarang Dry Port, Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/8/2026).

Bekasi (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong penguatan infrastruktur logistik untuk mendukung aktivitas kawasan industri. Dilansir dari laman Jatengprov, salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan dry port atau pelabuhan darat di Batang dan Kendal.

Guna mematangkan rencana tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama sejumlah pengelola kawasan industri, BUMD, dan dinas terkait melakukan studi komparatif ke Cikarang Dry Port, Kabupaten Bekasi, pada 15 Agustus 2026.

Luthfi mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung efektivitas dry port dalam mendukung kelancaran distribusi dan pergerakan logistik kawasan industri.

Menurutnya, pembangunan dry port menjadi salah satu solusi untuk mengoptimalkan sistem logistik Jawa Tengah. Pasalnya, sekitar 70 persen kontainer dari Jawa Tengah masih dikirim menuju Jakarta dan Surabaya.

"Untuk menopang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang kurang maksimal, salah satu solusinya adalah pembangunan dry port," ujar Luthfi seusai meninjau Cikarang Dry Port.

Pemprov Jateng telah menyiapkan dua lokasi potensial untuk pembangunan fasilitas tersebut. Masing-masing berada di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Weleri, Kabupaten Kendal, dengan luas lahan sekitar 50 hektare.

Untuk proyek di KITB Batang, proses persiapannya telah melibatkan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Pelindo, KITB, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), serta BUMD Kabupaten Batang.

Kerja sama antarpihak tersebut telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU). Saat ini, proyek memasuki tahap studi kelayakan dan pemilihan konsultan perencana.

"Yang sudah kita kerjakan sekarang adalah di KITB, sudah MoU, tapi juga menunggu perkembangan situasi. Prinsipnya, dua tahun ke depan dry port harus jadi," tegas Luthfi.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Produksi Padi Jateng Capai 6,69 Juta Ton, Target 10,5 Juta Ton Optimistis Tercapai
Pemprov Jateng Gandeng Enam UIN, Dorong Program Berbasis Kesejahteraan Masyarakat
Pemprov Jateng dan PODSI Perkuat Pembinaan Atlet Dayung
Kompolnas Visitasi Kompolnas Awards 2026, Soroti Inovasi Bhabinkamtibmas di Jateng
CJIBF 2026 di Jakarta Catat Potensi Investasi Rp19,07 Triliun
PLTS Terapung Gajah Mungkur Dibangun, Ditargetkan Beroperasi Akhir 2027
komentar
beritaTerbaru