Sementara itu, Direktur Cikarang
Dry Port Noor Yusuf menjelaskan bahwa fasilitas Cikarang
Dry Port telah beroperasi sejak 2010. Saat ini, fasilitas tersebut melayani sekitar 500 perusahaan yang melakukan kegiatan ekspor dan impor.
Layanan tersebut mencakup perusahaan dari sejumlah wilayah, mulai Tangerang, Cikampek, hingga Bandung.
Noor menambahkan, konsep dry port tidak hanya menyediakan fasilitas bongkar muat, tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung lainnya, termasuk storage atau tempat penyimpanan barang.
"Konsep dry port ini memiliki fasilitas lebih luas, termasuk storage (tempat penyimpanan). Jababeka juga sedang menyiapkan rencana pembangunan dry port di Weleri, Kendal," ungkapnya.
Pemprov Jawa Tengah berharap pembangunan dry port di Batang dan Kendal dapat memperkuat konektivitas logistik, meningkatkan efisiensi distribusi barang, serta mendukung pertumbuhan kawasan industri di Jawa Tengah.
Keberadaan pelabuhan darat tersebut juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap jalur distribusi melalui Jakarta dan Surabaya, sekaligus memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sebagai pintu keluar-masuk logistik Jawa Tengah. (R)
beritaTerkait
komentar