Sabtu, 03 Oktober 2026

Gang Hijau Cemara Ubah Sampah Menjadi Sumber Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Minggu, 16 Agustus 2026 19:22 WIB
Gang Hijau Cemara Ubah Sampah Menjadi Sumber Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Lingkungan Gang Hijau Cemara RW 01, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, terus bertransformasi menjadi kawasan hijau sekaligus sentra pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Sementara itu, kegiatan green house serta budidaya buah dan ikan mampu menghasilkan pangan lokal sekitar 1-1,5 ton per tahun.

Dari sisi ekonomi sirkular, Bank Sampah, maggot, TOSS, dan Bengkel Sampah tercatat memberikan nilai ekonomi bagi komunitas sekitar Rp150 juta hingga Rp200 juta per tahun.

Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi mengatakan Kampung Cemara merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung Program Kampung Iklim melalui berbagai kegiatan ramah lingkungan yang memberikan manfaat ekonomi.

"Di Kampung Cemara ini ada banyak program ramah lingkungan yang di satu sisi menjaga lingkungan, dan di sisi lain memberikan manfaat ekonomi untuk masyarakat sekitarnya," ujar Rika.

Salah satu program unggulan adalah Bengkel Cemara yang dikelola Karang Taruna. Bengkel tersebut menerapkan konsep pembayaran jasa penggantian oli menggunakan tabungan sampah.

Dengan konsep ini, masyarakat dapat memperoleh layanan penggantian oli tanpa harus membayar menggunakan uang tunai.

Rika menjelaskan, biaya penggantian oli setara dengan tabungan sekitar lima kilogram sampah yang dikumpulkan masyarakat melalui bank sampah.

Dengan rata-rata pengumpulan sekitar satu kilogram sampah dalam satu hingga dua hari, masyarakat dapat mengumpulkan tabungan yang cukup untuk mengganti oli ketika waktunya tiba.

"Untuk ganti oli itu harganya setara dengan tabungan sampah sekitar lima kilogram. Jadi dalam satu bulan mereka sudah bisa mengganti oli tanpa menggunakan uang, tetapi memanfaatkan tabungan sampah," tutupnya.

Transformasi Gang Hijau Cemara menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi.

Melalui integrasi bank sampah, UMKM, pendidikan, ketahanan pangan, dan berbagai program lingkungan, masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan kawasan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dari sumber daya yang sebelumnya dianggap sebagai limbah. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Komik Buah Ajaib Kenalkan Manfaat Pala dan Dorong Minat Baca Anak
KKRI Jadi Ekstrakurikuler Pilihan, Kemendikdasmen Tekankan Pembentukan Karakter Siswa
Duta Bahasa Nasional 2026, Pasangan DKI Jakarta Raih Juara Terbaik
Kemendikdasmen Perluas Akses Pelatihan Guru di Tengah Perkembangan AI
PISA 2025: 80 Persen Murid Indonesia Punya Rasa Ingin Tahu Tinggi
Kemenkes Luncurkan Playbook Respons Cepat Tangani Hoaks Kesehatan
komentar
beritaTerbaru