Jakarta (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui strategi pertumbuhan ganda (dual-growth strategy) yang mengintegrasikan penguatan bisnis migas dengan pengembangan energi rendah karbon.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama
Pertamina Oki Muraza saat menjadi pembicara dalam diskusi panel yang diselenggarakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bertajuk "BPK Bermartabat dan Bermanfaat: BPK Mendukung Program Ketahanan Energi" di Jakarta, Selasa.
Dilansir dari laman Pertamina, dalam paparannya berjudul Peran Pertamina dalam Mendukung Ketahanan Energi Sektor Migas, Oki menjelaskan bahwa Pertamina terus meningkatkan produksi di sektor hulu, memperbesar kapasitas pengolahan di sektor hilir, serta mengembangkan bisnis energi rendah karbon guna mendukung ketahanan energi nasional.
"
Pertamina melalui program dual-growth strategy berupaya terus memperkuat bisnis yang sedang eksisting melalui peningkatan produksi hulu serta meningkatkan kapasitas hilir.
Pertamina juga memperkuat ketahanan energi melalui pengembangan bisnis rendah karbon," ujar Oki.
Menurutnya, strategi tersebut selaras dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto khususnya terkait swasembada energi, hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta pemerataan ekonomi melalui peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Oki mengungkapkan, saat ini
Pertamina memiliki 17 klaster Proyek Strategis Nasional (PSN). Selain itu, perusahaan juga tengah mengerjakan 10 proyek hilirisasi yang mencakup pengembangan kilang dan pengolahan, pembangunan Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM), proyek biofuel dan bioetanol, hingga hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME).
Ia menegaskan, percepatan proyek-proyek tersebut membutuhkan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BPK, agar pengembangan sektor energi dapat berjalan secara optimal. Dalam kesempatan itu, Oki juga memaparkan capaian
Pertamina di berbagai lini usaha.
Di sektor hulu, Pertamina saat ini memproduksi sekitar satu juta barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd). Sementara kapasitas pengolahan mencapai satu juta barel per hari, didukung lebih dari 15 ribu titik layanan ritel di seluruh Indonesia dan jaringan pipa gas sepanjang sekitar 33 ribu kilometer.
Ke depan,
Pertamina akan terus memperkuat kapasitas penyimpanan BBM, mengembangkan bioetanol, serta mewujudkan ambisi menjadi pusat produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) melalui produk
Pertamina SAF sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi dan ketahanan energi nasional. (R)
beritaTerkait
komentar