Oki mengungkapkan, saat ini
Pertamina memiliki 17 klaster Proyek Strategis Nasional (PSN). Selain itu, perusahaan juga tengah mengerjakan 10 proyek hilirisasi yang mencakup pengembangan kilang dan pengolahan, pembangunan Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM), proyek biofuel dan bioetanol, hingga hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME).
Ia menegaskan, percepatan proyek-proyek tersebut membutuhkan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BPK, agar pengembangan sektor energi dapat berjalan secara optimal. Dalam kesempatan itu, Oki juga memaparkan capaian
Pertamina di berbagai lini usaha.
Di sektor hulu, Pertamina saat ini memproduksi sekitar satu juta barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd). Sementara kapasitas pengolahan mencapai satu juta barel per hari, didukung lebih dari 15 ribu titik layanan ritel di seluruh Indonesia dan jaringan pipa gas sepanjang sekitar 33 ribu kilometer.
Ke depan,
Pertamina akan terus memperkuat kapasitas penyimpanan BBM, mengembangkan bioetanol, serta mewujudkan ambisi menjadi pusat produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) melalui produk
Pertamina SAF sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi dan ketahanan energi nasional. (R)
beritaTerkait
komentar