Sabtu, 01 Agustus 2026

Pemko Bandung Berangkatkan 40 Warga Kerja ke Jepang, Subsidi Pelatihan Bahasa hingga Rp10 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 15:50 WIB
Pemko Bandung Berangkatkan 40 Warga Kerja ke Jepang, Subsidi Pelatihan Bahasa hingga Rp10 Juta
Penyelenggaraan job fair keempat tahun 2026 di Miko Mall, Kamis (30/7/2026).

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung terus membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui program penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Dilansir dari laman Jabarprov, sebanyak 40 warga Kota Bandung diberangkatkan untuk bekerja di Jepang dengan dukungan subsidi pelatihan bahasa Jepang hingga Rp10 juta per orang.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program ini juga dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan job fair keempat tahun 2026 di Miko Mall, Kamis. "Setiap job fair rata-rata dihadiri sekitar 2.000 pencari kerja. Pada kegiatan kali ini tersedia sekitar 3.000 lowongan, sementara yang telah mendaftar melalui sistem tiket sebanyak 1.500 orang," ujar Yayan.

Ia menjelaskan, hasil job fair sebelumnya di Gedung KONI menunjukkan sekitar 600 dari 1.500 peserta berhasil mendapatkan pekerjaan. Selain membuka peluang kerja di dalam negeri, Disnaker juga memfasilitasi keberangkatan 40 warga ke Jepang melalui tiga Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), yakni LPK Bahana, LPK Hikari Senseiku, dan LPK Ohm.

Para peserta akan bekerja selama tiga tahun di berbagai sektor, seperti perawatan lansia (caregiver), pengolahan makanan, restoran, dan konstruksi.

Menurut Yayan, kebutuhan tenaga kerja di Jepang masih sangat tinggi. Bahkan, sejumlah agensi di Jepang masih membutuhkan ribuan pekerja dan menilai tenaga kerja asal Kota Bandung memiliki etos kerja yang baik, terampil, dan kreatif.

Ia juga mengingatkan para peserta agar menjaga sikap dan disiplin selama bekerja di Jepang. Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan pekerja dapat berdampak pada citra Kota Bandung hingga berpotensi menghambat peluang tenaga kerja asal daerah tersebut di masa mendatang.

Untuk mendukung program tersebut, Pemko Bandung memberikan subsidi pelatihan bahasa Jepang hingga level N5 senilai sekitar Rp10 juta bagi setiap calon pekerja migran.

Sementara biaya tiket, visa, dan keberangkatan difasilitasi melalui kerja sama dengan perbankan dan pihak Jepang sehingga peserta tidak perlu menyiapkan biaya besar di awal.

Yayan berharap semakin banyak warga Kota Bandung memanfaatkan peluang kerja di luar negeri sebagai bekal pengalaman, peningkatan kemampuan bahasa, budaya kerja, serta modal usaha ketika kembali ke Indonesia.

Sementara itu, Founder LPK Ohm, Rizal Ansory mengatakan para peserta menjalani pelatihan selama kurang lebih enam bulan. Materi yang diberikan meliputi bahasa Jepang, budaya kerja, kedisiplinan, pembentukan mental, hingga kesiapan fisik.

"Khusus peserta sektor konstruksi juga mendapat pelatihan fisik untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem di Jepang yang saat musim panas bisa mencapai 40 derajat Celsius," katanya.

Rizal menambahkan, keberangkatan peserta dilakukan secara bertahap mulai Juli hingga akhir tahun 2026, menyesuaikan jadwal perusahaan penerima di Jepang. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Alika Tsuraya Wakili Jawa Barat di LKS Nasional 2026 Bidang Teknologi Desain Grafis
Disdik Jabar Perkuat Pendidikan Lingkungan Lewat Kolaborasi dengan River Cleanup Indonesia
Pelajar Jawa Barat Diajak Jadi Pelopor Penegakan Nilai-Nilai HAM
Festival Literasi Kota Bandung 2026 Dorong Budaya Baca Lewat Inovasi Digital
Begal dan Kriminalitas Ancam Kesehatan Masyarakat, Penanganan Perlu Kolaborasi Semua Pihak
Pemko Bandung Luncurkan Program MACA, Perkuat Budaya Literasi Digital
komentar
beritaTerbaru