Sementara biaya tiket, visa, dan keberangkatan difasilitasi melalui kerja sama dengan perbankan dan pihak Jepang sehingga peserta tidak perlu menyiapkan biaya besar di awal.
Yayan berharap semakin banyak warga Kota Bandung memanfaatkan peluang kerja di luar negeri sebagai bekal pengalaman, peningkatan kemampuan bahasa, budaya kerja, serta modal usaha ketika kembali ke Indonesia.
Sementara itu, Founder LPK Ohm, Rizal Ansory mengatakan para peserta menjalani pelatihan selama kurang lebih enam bulan. Materi yang diberikan meliputi bahasa Jepang, budaya kerja, kedisiplinan, pembentukan mental, hingga kesiapan fisik.
"Khusus peserta sektor konstruksi juga mendapat pelatihan fisik untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem di Jepang yang saat musim panas bisa mencapai 40 derajat Celsius," katanya.
Rizal menambahkan, keberangkatan peserta dilakukan secara bertahap mulai Juli hingga akhir tahun 2026, menyesuaikan jadwal perusahaan penerima di Jepang. (R)
beritaTerkait
komentar