Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mendorong penguatan sinergi antarprovinsi di Pulau Sumatera dalam pengembangan hilirisasi industri dan sektor pariwisata sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut mengemuka pada pembukaan Sumatra Investment Day (SID) 2026 di Ballroom
Hotel Adimulia,
Medan, Kamis. Pesan Gubernur Sumut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap.
Menurutnya, Pulau Sumatera memiliki kekayaan sumber daya alam, letak strategis, dan dukungan infrastruktur yang terus berkembang sehingga memiliki peluang besar menjadi kawasan investasi unggulan di Indonesia.
"Hari ini kita tidak berbicara tentang satu provinsi, tetapi tentang satu kawasan yang bergerak bersama, tumbuh bersama, dan maju bersama," ujar Sulaiman saat membuka kegiatan.
Mengusung tema "Invest, Innovate, Inspire, Advancing Sumatra Through Downstream Industry and Tourism Excellence", SID 2026 menjadi wadah promosi investasi yang mempertemukan pemerintah daerah, investor, dan pemangku kepentingan.
Sebanyak 19 proyek investasi unggulan dari 10 provinsi di Pulau Sumatera ditawarkan kepada investor domestik maupun mancanegara.
Dari Sumut, proyek strategis yang dipromosikan meliputi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kawasan Industri Medan (KIM), Airport City Kualanamu, dan Toba Caldera Resort.
Sulaiman menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya mengejar besarnya nilai investasi, tetapi juga kualitas investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong transfer teknologi, memperkuat pelaku UMKM, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Ia juga menyebut SID 2026 menjadi momentum penting menuju Visit Sumatra 2028, dengan harapan Sumatera dapat dipromosikan sebagai destinasi wisata terpadu yang menghubungkan berbagai tujuan wisata unggulan, mulai dari Danau Toba, Belitung, Batam hingga Bukittinggi.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Ameriza M Moesa mengatakan kondisi makroekonomi Sumatera saat ini berada pada level yang baik.
Pada triwulan I 2026, ekonomi Sumatera tumbuh 5,13 persen dan diperkirakan tetap berada di atas lima persen hingga akhir tahun, dengan inflasi yang tetap terjaga pada kisaran sasaran 2,5±1 persen.
Menurut Ameriza, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah juga telah melakukan penjaringan 84 proyek investasi melalui proses clean and clear hingga menghasilkan proyek-proyek yang siap ditawarkan kepada investor.
Proyek tersebut turut difasilitasi melalui pertemuan bisnis dengan calon investor dari Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Jepang, dan India.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengungkapkan kontribusi ekonomi Pulau Sumatera terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) nasional pada triwulan I 2026 mencapai 22,08 persen dengan nilai PDRB sebesar Rp1.361 triliun.
Ia menilai percepatan hilirisasi industri perlu terus dilakukan agar komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan karet memberikan nilai tambah yang lebih besar di daerah.
Selain itu, tingginya tingkat kewirausahaan masyarakat Sumatera dinilai menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi apabila didukung akses pembiayaan dan investasi.
Di akhir pemaparannya, BPS mengajak seluruh instansi pemerintah dan pelaku usaha mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung pada 15 Mei hingga 31 Agustus 2026 sebagai upaya memperbarui data struktur ekonomi nasional secara akurat. (P3)
beritaTerkait
komentar