Menanggapi kekhawatiran sebagian warga bahwa pembangunan dapat mengganggu mata pencaharian mereka, Bobby menegaskan bahwa kepentingan publik harus menjadi prioritas. Namun, pemerintah tetap akan mencari solusi agar masyarakat yang terdampak tidak kehilangan sumber penghasilan.
"Saya tidak berpikir untuk satu orang, tetapi ini kepentingan masyarakat luas. Jika ada yang belum selesai, kita bisa carikan solusi bersama. Saya juga tidak mau ada masyarakat yang ekonominya terganggu akibat pembangunan. Tetapi memang ada dampaknya, dan kita bisa buatkan alternatif sementara selama pekerjaan berlangsung," tegasnya.
Selain pembangunan jembatan, Bobby juga meminta OPD terkait segera melakukan kajian bersama pemerintah daerah dan perwakilan nelayan mengenai usulan pembangunan tempat pelelangan ikan (TPI), dermaga perahu nelayan, bangunan pemecah ombak, serta fasilitas pendukung lainnya.
Ia juga mempertimbangkan pembangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kelautan dan Perikanan di Gunungsitoli untuk mempermudah pelayanan administrasi kapal nelayan di atas 5 GT, termasuk penerbitan rekomendasi guna memperoleh BBM solar bersubsidi.
Sementara itu, Kepala Desa Saewe, Martonlis Telaumbanua, mengapresiasi agenda berkantor Gubernur Bobby Nasution di Kepulauan Nias. Ia berharap kehadiran Pemerintah Provinsi Sumut dapat mempercepat pembangunan daerah, khususnya di sektor infrastruktur yang menjadi penopang kesejahteraan masyarakat, selain pendidikan dan kesehatan. (P3)
beritaTerkait
komentar