Medan (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Medan mendatangi Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Rabu, untuk meminta penjelasan sekaligus memastikan penanganan antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Medan.
Langkah tersebut dilakukan atas instruksi Wali Kota
Medan Rico Tri Putra Bayu Waas guna mengawal persoalan distribusi bahan bakar minyak (
BBM) hingga kembali normal.
Pertemuan dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan, Citra Effendi Capah, didampingi Kepala Dinas Kominfo Kota Medan Arrahmaan Pane, Kepala Bagian Prokopim Arafat Syam, dan Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Soeflie Putra.
Citra menjelaskan, kedatangan Pemko
Medan merupakan tindak lanjut dari koordinasi yang telah dilakukan pada 8 Juli 2026 bersama
Pertamina, Hiswana Migas, Ditjen Migas secara virtual, serta Polda Sumatera Utara.
Pada pertemuan sebelumnya, Pertamina menyebut terganggunya distribusi BBM disebabkan persoalan teknis operasional berupa pergantian sejumlah sopir mobil tangki yang berdampak pada penyaluran BBM ke SPBU. Saat itu, kondisi diperkirakan kembali normal pada Jumat (10/7/2026).
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU. Bahkan, beberapa SPBU dilaporkan sempat kehabisan pasokan
BBM subsidi maupun nonsubsidi.
"Karena itu kami datang untuk meminta kejelasan. Masyarakat membutuhkan kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi, apakah kendalanya masih sama atau ada persoalan lain yang menyebabkan distribusi BBM belum kembali normal," kata Citra.
Ia menegaskan, Pemko
Medan tidak hanya meminta penjelasan, tetapi juga menawarkan dukungan agar persoalan distribusi segera teratasi.
"Kami atas instruksi Pak Wali Kota terus mengawal persoalan antrean BBM ini. Apabila ada hal-hal yang perlu dibantu, Pemko Medan siap membantu," ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Pemko
Medan telah mengerahkan personel Dinas Perhubungan dan Satpol PP ke sejumlah SPBU untuk membantu mengatur arus lalu lintas dan antrean kendaraan agar tetap tertib.
Dalam pertemuan tersebut, Pertamina memastikan stok BBM di Kota Medan dalam kondisi aman. Persoalan yang terjadi disebut murni akibat kendala teknis distribusi, bukan karena kekurangan pasokan BBM.
beritaTerkait
komentar