Jumat, 17 Juli 2026

Pemko Medan Datangi Pertamina, Pastikan Distribusi BBM Segera Normal

Jumat, 17 Juli 2026 08:35 WIB
Pemko Medan Datangi Pertamina, Pastikan Distribusi BBM Segera Normal
Pemko Medan mendatangi Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk meminta penjelasan sekaligus memastikan penanganan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Medan, Rabu (15/7/2026).

Medan (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Medan mendatangi Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Rabu, untuk meminta penjelasan sekaligus memastikan penanganan antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Medan.

Langkah tersebut dilakukan atas instruksi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas guna mengawal persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) hingga kembali normal.

Pertemuan dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan, Citra Effendi Capah, didampingi Kepala Dinas Kominfo Kota Medan Arrahmaan Pane, Kepala Bagian Prokopim Arafat Syam, dan Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Soeflie Putra.

Citra menjelaskan, kedatangan Pemko Medan merupakan tindak lanjut dari koordinasi yang telah dilakukan pada 8 Juli 2026 bersama Pertamina, Hiswana Migas, Ditjen Migas secara virtual, serta Polda Sumatera Utara.

Pada pertemuan sebelumnya, Pertamina menyebut terganggunya distribusi BBM disebabkan persoalan teknis operasional berupa pergantian sejumlah sopir mobil tangki yang berdampak pada penyaluran BBM ke SPBU. Saat itu, kondisi diperkirakan kembali normal pada Jumat (10/7/2026).

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU. Bahkan, beberapa SPBU dilaporkan sempat kehabisan pasokan BBM subsidi maupun nonsubsidi.

"Karena itu kami datang untuk meminta kejelasan. Masyarakat membutuhkan kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi, apakah kendalanya masih sama atau ada persoalan lain yang menyebabkan distribusi BBM belum kembali normal," kata Citra.

Ia menegaskan, Pemko Medan tidak hanya meminta penjelasan, tetapi juga menawarkan dukungan agar persoalan distribusi segera teratasi.

"Kami atas instruksi Pak Wali Kota terus mengawal persoalan antrean BBM ini. Apabila ada hal-hal yang perlu dibantu, Pemko Medan siap membantu," ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Pemko Medan telah mengerahkan personel Dinas Perhubungan dan Satpol PP ke sejumlah SPBU untuk membantu mengatur arus lalu lintas dan antrean kendaraan agar tetap tertib.

Dalam pertemuan tersebut, Pertamina memastikan stok BBM di Kota Medan dalam kondisi aman. Persoalan yang terjadi disebut murni akibat kendala teknis distribusi, bukan karena kekurangan pasokan BBM.

Sementara itu, Sales Area Manager Retail Medan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Tito Rivanto mengapresiasi perhatian Pemko Medan yang datang langsung melakukan koordinasi terkait distribusi BBM.

Ia menegaskan stok BBM aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, Pertamina saat ini tengah melakukan pembenahan internal, khususnya pada sistem penyaluran BBM menggunakan armada mobil tangki.

Untuk mempercepat normalisasi, Pertamina telah menambah armada mobil tangki, mendatangkan sopir dari pihak eksternal, serta menambah jumlah SPBU yang beroperasi selama 24 jam di Kota Medan.

"Kami berharap langkah-langkah tersebut secara bertahap dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi lagi antrean panjang yang mengganggu kondusivitas di Kota Medan," ujar Tito.

Ia menambahkan, Pertamina terus berupaya semaksimal mungkin agar proses penyaluran dan distribusi BBM ke seluruh SPBU di Kota Medan dapat segera kembali normal. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
RSU Haji Medan Layani 1.099 Pasien Melalui Program UHC Prioritas
Pertamina Jadi Pilot Project Program Kepatuhan Pajak Kolaboratif Bersama DJP
Pendapatan RSU Haji Medan Tumbuh Pesat, Targetkan Rp203 M pada 2026
Pertamina Pastikan Distribusi BBM di Medan Kembali Normal
Pemko Medan Ikuti Rakor TKD Tambahan, Bobby Nasution Dorong Percepatan Pemulihan Pascabencana
Prabowo Beri Harga Khusus BBM Rp15.000 per Liter bagi Nelayan Kapal 30–200 GT
komentar
beritaTerbaru