Selasa, 14 Juli 2026

Peringatan KAA 2026 di Bandung Hadirkan 26 Delegasi Negara, Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Selasa, 14 Juli 2026 17:35 WIB
Peringatan KAA 2026 di Bandung Hadirkan 26 Delegasi Negara, Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Pemko Bandung menggelar peringatan KAA 2026 dengan menghadirkan 26 delegasi negara, duta besar, dan perwakilan kementerian, Sabtu (11/7/2026).

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung menggelar peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) 2026 dengan menghadirkan 26 delegasi negara, duta besar, dan perwakilan kementerian, Sabtu.

Dilansir dari laman Jabarprov, kegiatan internasional tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antarnegara sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Bandung.

Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain mengatakan Bandung mengandalkan sektor jasa dan pariwisata sebagai potensi utama daerah. Karena itu, penyelenggaraan kegiatan berskala internasional dinilai dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Bandung tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Potensi terbesar kita ada pada sektor jasa, pariwisata, dan kunjungan wisatawan. Karena itu, penyelenggaraan acara internasional seperti Konferensi Asia Afrika diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Iskandar.

Menurutnya, kehadiran delegasi dari berbagai negara memberikan dampak positif bagi pelaku usaha di sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Bandung.

Peringatan KAA 2026 juga menghadirkan sejumlah agenda baru, seperti talkshow, pameran, serta sesi khusus yang membahas isu Palestina. Dalam sesi tersebut, perwakilan Palestina menyampaikan pidato di hadapan mahasiswa dan para duta besar pada hari kedua pelaksanaan kegiatan.

Forum tersebut menjadi ruang untuk menyuarakan nilai-nilai kemerdekaan, perdamaian, dan solidaritas yang menjadi semangat Konferensi Asia Afrika sejak pertama kali digelar di Bandung pada 1955.

Selain memperkuat diplomasi internasional, Pemerintah Kota Bandung juga terus mendorong pengakuan Gedung Merdeka sebagai situs Warisan Dunia UNESCO.

"Kami berharap Konferensi Asia Afrika terus menjadi agenda tahunan sehingga dunia semakin memahami pentingnya peristiwa bersejarah ini. Harapannya, Gedung Merdeka dapat ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO karena memiliki nilai sejarah yang sangat besar bagi perjalanan diplomasi internasional," ujarnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemko Bandung Perkuat Lingkungan dan Pelayanan Publik dalam Pertanggungjawaban APBD 2025
Wagub Jabar: ASN yang Terbukti Langgar Aturan Terkait LGBT Bisa Diberhentikan
Jabar dan Selangor Perkuat Kerja Sama Investasi Melalui SIBS@ASEAN 2026 di Bandung
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana SIBS ASEAN 2026 di Luar Malaysia
Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp7,37 Triliun
Bandung dan Pekanbaru Sepakati Kerja Sama Penguatan Pelayanan Publik dan Peningkatan PAD
komentar
beritaTerbaru