Kementan juga telah mengidentifikasi sejumlah daerah yang dinilai cocok untuk pengembangan
bawang putih, antara lain Sembalun, Temanggung, dan Humbang Hasundutan. Selain itu, pemerintah menjajaki pemanfaatan lahan perkebunan dataran tinggi yang sudah tidak produktif, termasuk di wilayah Jawa Barat.
Sebagai bagian dari strategi percepatan
swasembada, pemerintah tahun ini mengalokasikan dukungan APBN untuk program perbenihan seluas 5.000 hektare. Bantuan benih diberikan kepada petani dengan nilai sekitar Rp75 juta per hektare melalui sistem bergulir.
Setelah panen, petani diwajibkan mengembalikan benih sebesar satu setengah kali dari jumlah yang diterima untuk selanjutnya didistribusikan kembali kepada petani lainnya.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap ketersediaan benih nasional semakin meningkat sehingga produksi
bawang putih dalam negeri dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dengan demikian, ketergantungan terhadap impor dapat ditekan dan target swasembada bawang putih dalam beberapa tahun mendatang dapat terwujud. (R)
beritaTerkait
komentar