Rabu, 17 Juni 2026

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Pembangunan Bandung Satu Dekade ke Depan

Rabu, 17 Juni 2026 16:00 WIB
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Pembangunan Bandung Satu Dekade ke Depan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (15/6/2026).

Bandung (buseronline.com) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi kompas pembangunan Kota Bandung dalam satu dekade mendatang.

Dilansir dari laman Jatengprov, melalui data yang akurat dan komprehensif, pemerintah diharapkan dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Farhan saat pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Plaza Balai Kota Bandung, Senin. Kegiatan itu menandai dimulainya rangkaian persiapan pelaksanaan sensus ekonomi yang akan dilaksanakan secara nasional oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Farhan, sensus ekonomi yang digelar setiap 10 tahun sekali memiliki peran strategis sebagai dasar penyusunan berbagai asumsi pembangunan ekonomi makro, baik di tingkat daerah maupun nasional.

"Asumsi pembangunan ekonomi makro harus didasarkan pada hasil sensus yang dilakukan setiap 10 tahun sekali, sambil kita melakukan pengumpulan data tahunan untuk memantau berbagai perkembangan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan yang berhasil tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan data yang berkualitas. Oleh karena itu, setiap kebijakan pemerintah harus disusun berdasarkan fakta dan kondisi nyata yang terjadi di lapangan.

Farhan menilai Indonesia sebagai bangsa besar harus terus bergerak maju dengan menjadikan data sebagai landasan utama dalam pengambilan keputusan. Menurutnya, pendekatan pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy) kini menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.

"Kebijakan serta pembangunan berdasarkan data atau evidence-based ini harus dilakukan melalui pengumpulan data yang baik dan sistematis," katanya.

Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 akan memotret kondisi dan perkembangan dunia usaha di Indonesia secara menyeluruh. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi rujukan penting bagi pemerintah dalam merumuskan strategi pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan responsif terhadap perubahan zaman.

Farhan juga menyoroti dinamika ekonomi Kota Bandung yang semakin kompleks. Sebagai salah satu pusat perdagangan, jasa, pendidikan, dan pariwisata di Indonesia, Bandung dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi secara cepat.

Meski demikian, capaian ekonomi Kota Bandung menunjukkan tren yang positif. Farhan mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Bandung saat ini telah sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Sekarang kita sudah berada di angka sekitar 5,75 sampai 5,76 persen. Ini meningkat cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang masih di bawah 5 persen," ungkapnya.

Pada triwulan pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung tercatat mencapai sekitar 5,75 persen. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil dari berbagai kebijakan pembangunan dan penguatan ekonomi yang dilakukan pemerintah bersama para pemangku kepentingan.

"Ini membuktikan pembangunan dan perkembangan ekonomi di Kota Bandung berjalan dalam satu barisan yang kompak, terintegrasi, dan memberikan hasil yang optimal," katanya.

Di sisi lain, Farhan menyebut rencana pengaktifan kembali Bandara Internasional Husein Sastranegara sebagai salah satu momentum yang berpotensi memberikan dampak besar terhadap perekonomian Kota Bandung.

Menurutnya, langkah tersebut dapat membuka peluang baru bagi sektor pariwisata, perdagangan, investasi, dan jasa. Namun, ia mengingatkan bahwa manfaat ekonomi tersebut tidak akan datang secara otomatis tanpa perencanaan yang matang dan berbasis data.

"Kita sedang menunggu pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara yang diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Farhan menjelaskan bahwa kondisi industri penerbangan saat ini berbeda dibandingkan sebelum pandemi. Kenaikan harga avtur, mahalnya tiket pesawat, serta perubahan pola perjalanan masyarakat menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhitungkan dalam pengembangan sektor tersebut.

Karena itu, pemerintah harus menyiapkan strategi pembangunan yang berbasis data agar setiap peluang ekonomi yang muncul dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Momentum tersebut bukanlah seperti sebuah durian runtuh. Momentum itu harus dimanfaatkan melalui perencanaan yang baik berdasarkan data yang akurat dan analisis yang tepat," tuturnya.

Untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Farhan menginstruksikan seluruh perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, hingga unsur kewilayahan seperti RT dan RW untuk aktif melakukan sosialisasi serta mendukung kebutuhan pelaksanaan sensus.

Ia juga mengajak para pengusaha, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat untuk berpartisipasi dengan memberikan data yang benar dan lengkap kepada petugas sensus.

"Saya instruksikan kepada seluruh perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, dan menghimbau seluruh Ketua RW, Ketua RT, para pengusaha serta pelaku usaha lainnya agar berkoordinasi, melakukan sosialisasi, penyebarluasan informasi, serta memfasilitasi kebutuhan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Farhan turut menyampaikan apresiasi kepada BPS Kota Bandung yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyediakan data statistik yang akurat dan terpercaya.

Ia berharap BPS dapat terus menjaga independensi, profesionalisme, dan integritas dalam pelaksanaan sensus sehingga data yang dihasilkan benar-benar dapat menjadi pijakan pembangunan Kota Bandung selama 10 tahun ke depan.

"Kami meyakini pembangunan yang baik harus didukung oleh data yang berkualitas dan kebijakan yang berbasis bukti. Mari kita satukan langkah untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Bandung dan Kotawaringin Timur Jalin Kerja Sama Strategis Tingkatkan PAD dan Digitalisasi Layanan
Wali Kota Bandung Dorong Warga Jaga Kesehatan Fisik dan Mental Lewat Olahraga
Harga Kedelai Tembus Rp11.000 per Kilogram, Pemko Bandung Fokus Jaga Produksi Tahu dan Tempe
Kemenkes Dorong Pelaku Usaha Kesehatan Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026
WIITEX 2026 Siap Digelar, Jabar Bidik Perluasan Pasar Ekspor Teh, Kopi, dan Kakao
Ekonomi Bandung Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Farhan Ingatkan Ancaman Inflasi
komentar
beritaTerbaru