Sabtu, 10 Oktober 2026

Harga Kedelai Tembus Rp11.000 per Kilogram, Pemko Bandung Fokus Jaga Produksi Tahu dan Tempe

Selasa, 16 Juni 2026 11:30 WIB
Harga Kedelai Tembus Rp11.000 per Kilogram, Pemko Bandung Fokus Jaga Produksi Tahu dan Tempe
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Bandung (buseronline.com) - Kenaikan harga kedelai yang terus terjadi menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung. Harga kedelai saat ini telah menembus Rp10.000 per kilogram dan mendekati Rp11.000 per kilogram, sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap industri tahu dan tempe di Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui bahwa pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mengendalikan harga kedelai karena komoditas tersebut merupakan barang impor yang sangat dipengaruhi oleh mekanisme pasar global.

"Harga kedelai itu sekarang sudah di atas Rp10.000 per kilogram, bahkan mendekati Rp11.000. Karena ini barang impor, kita mengikuti mekanisme pasar," ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat.

Meski demikian, Pemko Bandung menegaskan tidak akan tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Pemerintah berkomitmen mengambil sejumlah langkah strategis guna menjaga keberlangsungan produksi tahu dan tempe yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus penopang usaha mikro.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong para pengrajin tahu dan tempe untuk meningkatkan efisiensi dalam proses produksi. Langkah ini dinilai penting agar pelaku usaha tetap mampu bertahan di tengah meningkatnya biaya bahan baku.

Selain itu, Pemko Bandung juga berupaya menjaga kelancaran distribusi dan akses penjualan produk tahu dan tempe di berbagai wilayah kota. Pemerintah memastikan jalur distribusi dan pasar bagi produk tersebut tetap terbuka sehingga aktivitas ekonomi dapat terus berjalan.

Di sisi lain, pemerintah juga berfokus menjaga daya beli masyarakat. Menurut Farhan, keseimbangan antara harga jual dan kemampuan konsumsi masyarakat menjadi faktor penting agar produk berbahan kedelai tetap dapat dijangkau oleh konsumen.

"Kita jaga supaya konsumen yang biasa membeli kuliner tahu dan tempe tetap memiliki daya beli. Jadi walaupun harganya naik, masih bisa terbeli," katanya dilansir dari laman Jabarprov.

Farhan menegaskan bahwa keberlangsungan industri tahu dan tempe tidak boleh terganggu mengingat perannya yang penting dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Ia berharap para pelaku usaha tetap optimistis dan mampu beradaptasi dengan dinamika pasar yang terus berubah. Pemerintah Kota Bandung, lanjutnya, akan terus berupaya menjaga ekosistem usaha agar tetap berjalan dengan baik.

"Yang paling penting, produksi tahu dan tempe jangan sampai berhenti," tegasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
400 Guru Mengaji Bandung Dipersiapkan Jadi Penggerak Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an
Dinkes Bandung Kejar Anak Zero Dose Lewat Bulan Imunisasi Sepanjang Oktober
KPK Ajak Generasi Muda Berani Bersuara Lewat Karya Kreatif
Bandung Jadi Lokasi Uji Coba Reformasi Sistem JKN
Dinkes Kota Bandung Imbau Warga Waspadai Influenza Tipe A
Kota Bandung Juara Umum Pentas PAI SMP Jawa Barat 2026, Borong Lima Juara Pertama
komentar
beritaTerbaru