Di sisi lain, pemerintah juga berfokus menjaga daya beli masyarakat. Menurut Farhan, keseimbangan antara harga jual dan kemampuan konsumsi masyarakat menjadi faktor penting agar produk berbahan kedelai tetap dapat dijangkau oleh konsumen.
"Kita jaga supaya konsumen yang biasa membeli kuliner tahu dan tempe tetap memiliki daya beli. Jadi walaupun harganya naik, masih bisa terbeli," katanya dilansir dari laman Jabarprov.
Farhan menegaskan bahwa keberlangsungan industri tahu dan tempe tidak boleh terganggu mengingat perannya yang penting dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Ia berharap para pelaku usaha tetap optimistis dan mampu beradaptasi dengan dinamika pasar yang terus berubah. Pemerintah Kota
Bandung, lanjutnya, akan terus berupaya menjaga ekosistem usaha agar tetap berjalan dengan baik.
"Yang paling penting, produksi tahu dan tempe jangan sampai berhenti," tegasnya. (R)
beritaTerkait
komentar