Senin, 08 Juni 2026

Mentan Amran Puji Kualitas Bibit Kelapa dan Kakao di Konawe Selatan, Siap Jadi Percontohan Nasional

Senin, 08 Juni 2026 08:53 WIB
Mentan Amran Puji Kualitas Bibit Kelapa dan Kakao di Konawe Selatan, Siap Jadi Percontohan Nasional
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak ke kebun pembibitan kelapa dan kakao di Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Sabtu (6/6/2026).

Konawe Selatan (buseronline.com) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kebun pembibitan kelapa dan kakao di Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Sabtu.

Dalam kunjungannya, Mentan Amran mengapresiasi kualitas bibit yang dikembangkan dan menyebutnya layak menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia. "Ini contoh bibit kelapa yang bagus, ini harus dicontoh seluruh Indonesia," ujar Mentan Amran saat meninjau lokasi pembibitan, dilansir dari laman Kementan.

Menurut Amran, jutaan bibit kelapa dan kakao yang dipersiapkan di Sulawesi Tenggara merupakan bagian dari program pengembangan perkebunan nasional yang mendukung hilirisasi komoditas strategis.

Program tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sektor perkebunan dan industri pengolahan hasil pertanian. Saat ini, pemerintah tengah mengembangkan sekitar 870 ribu hektare tanaman perkebunan di berbagai daerah yang mencakup komoditas kakao, kelapa, tebu, pala, dan mete.

"Sekarang ini arahan Bapak Presiden Prabowo kita kembangkan kurang lebih 870 ribu hektare tanaman kakao, kelapa, tebu, pala, dan mete seluruh Indonesia. Kita kembangkan dan itu dihibahkan untuk petani kita. Ini luar biasa. Ini persiapan untuk bahan baku, di saat bersamaan kita lakukan hilirisasi kelapa, kakao, mete, dan seterusnya," katanya.

Amran menegaskan, pengembangan perkebunan berbasis bibit unggul menjadi fondasi penting dalam memperkuat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan nasional.

Karena itu, ia memastikan seluruh bantuan pemerintah harus benar-benar diterima oleh petani. Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan sekitar 280 juta batang bibit kakao dan kelapa secara nasional.

Khusus untuk Sulawesi Tenggara, dialokasikan sekitar 38 juta benih yang akan diberikan secara cuma-cuma kepada petani. "Gratis, sampai penanaman ini gratis. Mulai bibitnya gratis, tanamnya gratis, pengolahannya gratis," tegasnya.

Selain meningkatkan produksi dan nilai tambah komoditas, program hilirisasi perkebunan juga diharapkan mampu menciptakan jutaan lapangan kerja baru. Pemerintah menargetkan sedikitnya tiga juta tenaga kerja permanen dapat terserap dalam tiga tahun ke depan.

"Kita harapkan menciptakan lapangan kerja ke depan jutaan. Sampai tiga tahun ke depan kita target minimal tiga juta tenaga kerja tercipta dan tenaga kerja permanen. Artinya apa? Kita buka lahan dan tenaga kerjanya terus-menerus sampai 30 tahun bekerja di situ karena tanamannya insya Allah produktif," ujar Amran.

Sebagai bagian dari upaya mempercepat hilirisasi subsektor perkebunan nasional, Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,5 triliun untuk pengembangan tujuh komoditas strategis, yakni kakao, kelapa, tebu, kopi, pala, mete, dan kemiri.

Program yang berlangsung pada periode 2025-2027 tersebut menargetkan pengembangan 870 ribu hektare kebun rakyat guna memperkuat pasokan bahan baku industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan membuka lapangan kerja berkelanjutan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Gerakan Tanam Serentak Tebu di Pekalongan Digenjot untuk Percepat Swasembada Gula Nasional
Tanggapi Isu “Pesta Babi” Merauke, Mentan Amran Sulaiman Tegaskan Fokus Swasembada Pangan
Wamentan Sudaryono Percepat Gerakan Tanam 750 Hektar di Lamongan
Kementan Perkuat Pengawalan Produksi Pangan di Merauke
Pasokan Hewan Kurban Nasional Surplus 800 Ribu Ekor
Kementan Pastikan Industri Sawit Tetap Normal, Harga TBS Petani Dijaga
komentar
beritaTerbaru