Minggu, 26 Juli 2026

Neraca Perdagangan Jawa Barat Surplus USD 8,90 Miliar pada Januari-April 2026

Kamis, 04 Juni 2026 15:35 WIB
Neraca Perdagangan Jawa Barat Surplus USD 8,90 Miliar pada Januari-April 2026
Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati.
Di sisi lain, nilai impor Jawa Barat pada periode Januari-April 2026 tercatat sebesar USD 3,68 miliar atau turun 7,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Impor nonmigas mencapai USD 3,44 miliar atau menurun 0,54 persen, sedangkan impor migas turun tajam 55,08 persen menjadi USD 232,36 juta.

Dari sisi komoditas impor, penurunan terbesar terjadi pada golongan kendaraan dan bagiannya yang turun USD 154,38 juta atau 51,08 persen. Adapun peningkatan terbesar terjadi pada golongan mesin dan perlengkapan elektronik yang naik USD 97,19 juta atau 18,25 persen.

Sementara itu, Tiongkok masih menjadi negara pemasok utama barang impor nonmigas ke Jawa Barat dengan nilai USD 1,41 miliar atau 41,04 persen dari total impor nonmigas. Posisi berikutnya ditempati Jepang sebesar USD 410,06 juta dan Korea Selatan sebesar USD 407,46 juta.

Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor barang konsumsi, bahan baku atau penolong, dan barang modal masing-masing mengalami penurunan sebesar 12,63 persen, 5,63 persen, dan 17,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan peningkatan ekspor dan penurunan impor tersebut, Jawa Barat berhasil mempertahankan surplus perdagangan yang kuat pada empat bulan pertama tahun 2026. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
KPK Ajak Aparatur Peradilan Perkuat Integritas demi Wujudkan Penegakan Hukum yang Bersih
Wagub Jabar: Integritas Pejabat Harus Dimulai dari Keluarga
Pelajar SMA/SMK di Jabar Wajib Pungut dan Pilah Sampah, Masuk Praktikum IPA
Imunisasi Jadi Investasi Kesehatan Jangka Panjang, Warga Bandung Diajak Lengkapi Vaksin
Pemprov Jabar Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah, Targetkan 50 Persen ATS Kembali Bersekolah pada 2029
TP PKK Ciamis Gelar Seminar Kesehatan, Dorong Masyarakat Cegah Penyakit Tidak Menular
komentar
beritaTerbaru