Rabu, 03 Juni 2026

Kementan dan BUMN Perkuat Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone

Rabu, 03 Juni 2026 18:56 WIB
Kementan dan BUMN Perkuat Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone
Kementan bersama BUMN pangan memperkuat pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, guna menjaga swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

Makassar (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama BUMN pangan memperkuat pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, guna menjaga swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, program tersebut dirancang untuk membangun ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir dengan melibatkan peternak rakyat sebagai pusat pengembangan usaha.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan program hilirisasi ayam terintegrasi merupakan proyek strategis nasional yang dipantau langsung pemerintah pusat.

"Ini bukan main-main. Ini adalah proyek strategis nasional yang memang dijaga untuk membangun ekosistem hilirisasi ayam terintegrasi sekaligus memperkuat posisi peternak rakyat," ujar Agung saat rapat pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di Makassar, Kamis.

Menurut Agung, swasembada pangan tidak cukup hanya dicapai melalui peningkatan produksi, tetapi juga harus dibarengi penguatan ekosistem usaha yang memberikan kepastian bagi peternak rakyat untuk berkembang dalam jangka panjang.

Sulawesi Selatan dipilih sebagai salah satu dari lima provinsi prioritas pengembangan hilirisasi ayam nasional karena memiliki basis peternakan rakyat yang kuat dan dukungan produksi jagung sebagai bahan baku pakan.

Kabupaten Bone ditetapkan sebagai lokasi utama karena dinilai memiliki kesiapan ekosistem dan dukungan pemerintah daerah yang kuat. "Kalau Bone berhasil, Insya Allah tempat lain berhasil," katanya.

Agung menjelaskan, pemerintah melalui BUMN akan memperkuat sektor hulu dengan menyediakan bibit dan pakan, sementara hasil produksi peternak akan diserap melalui sistem kemitraan terintegrasi.

"Negara melalui BUMN akan menyiapkan bibit dan pakannya, kemudian akan menyerap hasilnya. Semangat inilah yang digagas oleh Bapak Menteri Pertanian," ujar Agung.

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyatakan pemerintah daerah siap mendukung percepatan program tersebut karena diyakini mampu membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi masyarakat.

"Kami punya luasan pertanian jagung di Bone sekitar 60 ribu hektare. Pada musim tertentu bahkan bisa mencapai 120 ribu hektare. Jadi dengan adanya hilirisasi ayam terintegrasi ini kami sangat bersyukur karena kebutuhan bahan baku pakan nantinya bisa disuplai dari daerah kami sendiri," ujar Andi Asman.

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
Kementan Percepat Penetapan CPCL untuk Kejar Target Pengembangan Tebu Nasional 2026
NTB dan Kementan Percepat Hilirisasi Ayam Terintegrasi untuk Perkuat Peternak Rakyat
Prabowo Perintahkan Menteri ESDM Evaluasi Total IUP di Kawasan Hutan
Pemerintah Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Nasional Kuartal Pertama 2026 Tumbuh Kuat
KPK Tekankan Peran SPI dalam Perkuat Integritas BUMN
KPK: UU BUMN Baru Tak Batasi Kewenangan Kami Usut Korupsi
komentar
beritaTerbaru