Rabu, 03 Juni 2026

Ekspor Jateng Naik 19,53 Persen pada Januari-April 2026

Rabu, 03 Juni 2026 08:35 WIB
Ekspor Jateng Naik 19,53 Persen pada Januari-April 2026
Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Ali Said saat menyampaikan Arah Pergerakan Inflasi Jawa Tengah Terkini melalui kanal resmi BPS Jateng, Selasa (2/6/2026).

Semarang (buseronline.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat nilai ekspor kumulatif Jawa Tengah sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 4.567,32 juta dolar AS atau naik 19,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dilansir dari laman Jatengprov, Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Ali Said mengatakan peningkatan ekspor tersebut terutama ditopang sektor industri pengolahan yang tumbuh 16,39 persen.

"Secara nilai ekspor kumulatif Jawa Tengah pada Januari-April 2026 total ekspor capai 4.567,32 dolar AS, atau meningkat 19,53 persen dibanding periode tahun sebelumnya," ujar Ali saat menyampaikan Arah Pergerakan Inflasi Jawa Tengah Terkini melalui kanal resmi BPS Jateng, Selasa.

Menurutnya, negara tujuan utama ekspor Jawa Tengah secara kumulatif meliputi Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Belanda, dan Korea Selatan. Secara tahunan, nilai ekspor Jawa Tengah pada April 2026 tercatat sebesar 1.375,70 juta dolar AS atau meningkat 65,73 persen dibanding April 2025.

Sementara ekspor nonmigas pada April 2026 mencapai 1.273,79 juta dolar AS atau naik 58,80 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Selain perkembangan ekspor, BPS juga mencatat Jawa Tengah mengalami inflasi bulanan sebesar 0,23 persen pada Mei 2026.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang mengalami deflasi sebesar -0,03 persen. "Dengan inflasi year-on-year sebesar 2,85 persen dan inflasi year-to-date sebesar 1,19 persen," jelas Ali.

Ia menyebutkan, penyumbang utama inflasi Mei 2026 berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,07 persen. Kenaikan harga dipicu meningkatnya harga komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang akibat faktor cuaca.

Lima komoditas penyumbang inflasi terbesar di Jawa Tengah pada Mei 2026 yakni cabai merah sebesar 0,06 persen, bawang merah 0,05 persen, cabai rawit 0,05 persen, telepon seluler 0,04 persen, dan minyak goreng 0,03 persen.

Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah pada Mei 2026 tercatat sebesar 117,39 atau naik 2,16 persen dibanding April 2026 sebesar 114,90.

Menurut Ali, kenaikan NTP dipengaruhi meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani sebesar 2,58 persen menjadi 152,85, lebih tinggi dibanding kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani sebesar 0,41 persen menjadi 130,21.

"Komoditas yang memberikan andil terbesar pada naiknya Indeks Harga yang Diterima Petani yakni gabah, bawang merah, jagung, cabai rawit, dan sapi potong," katanya.

BPS juga mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Tengah hingga April 2026 mencapai 2.671 kunjungan. Sebanyak 2.616 wisatawan masuk melalui Bandara Ahmad Yani dan 55 kunjungan melalui Bandara Adi Soemarmo.

Ali menambahkan, kunjungan wisatawan mancanegara pada April 2026 meningkat 25,46 persen dibanding Maret 2026 dan melonjak 399,25 persen dibanding April 2025. Adapun lima negara asal wisatawan terbanyak ke Jawa Tengah yakni Tiongkok, Malaysia, Singapura, India, dan Thailand.

Sementara perjalanan wisatawan nusantara ke Jawa Tengah pada Januari-April 2026 mencapai 56,49 juta perjalanan atau meningkat 2,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Daerah Kedungsepur Kompak Dukung Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah Jateng 2027
Jateng Siapkan Pariwisata dan Ekonomi Syariah Jadi Motor Baru Ekonomi 2027
Pemprov Jateng Borong Penghargaan Pendidikan Nasional 2026
Pemprov Jateng Dorong Kajian Obligasi Daerah untuk Pembiayaan Pembangunan
PKK Jateng Dorong Penguatan Ekonomi Keluarga Lewat Program Kapulaga
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
komentar
beritaTerbaru