Medan (buseronline.com) - Ibadah Jumat Agung di GBKP Runggun Setia Budi, Klasis Medan Kampung Lalang, Jumat (3/4/2026), berlangsung khidmat dan penuh penghayatan melalui pementasan drama Jalan Salib yang dibawakan oleh Permata Elieser.
Drama ini mengisahkan perjalanan penderitaan Yesus Kristus sejak dihadapkan kepada Pontius Pilatus hingga wafat di kayu salib di Bukit Golgota.
Pementasan tersebut berhasil menggugah emosi jemaat yang hadir, dengan alur cerita yang kuat serta penampilan para pemain yang penuh penghayatan.
Peran narator dibawakan oleh Syalom Ginting yang menuntun jalannya cerita secara runtut.
Sementara itu, tokoh Yesus diperankan oleh Frans Gabriel Ginting, dengan penggambaran penderitaan yang mendalam sepanjang perjalanan memikul salib.
Peran Pontius Pilatus dimainkan oleh Brian Sembiring, serta didukung oleh para pemeran lain seperti prajurit, Maria, Veronika, dua penjahat, dan orang banyak.
Dalam salah satu adegan penting, digambarkan bagaimana Pilatus menyerahkan Yesus kepada orang banyak setelah mereka memilih membebaskan Barabas. Adegan berlanjut dengan penyiksaan oleh prajurit Romawi, penyaliban, hingga detik-detik terakhir Yesus di kayu salib.
Momen-momen emosional seperti perjumpaan Yesus dengan ibu-Nya, Maria, pertolongan Simon dari Kirene, serta tindakan Veronika yang mengusap wajah Yesus, turut memperdalam makna penderitaan yang ditampilkan.
Jemaat juga tampak terharu saat adegan penyaliban, ketika Yesus mengucapkan, “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
Drama ditutup dengan kisah wafatnya Yesus dan suasana duka yang mendalam, mengajak jemaat untuk merenungkan makna pengorbanan Kristus bagi keselamatan umat manusia.
Melalui pementasan ini, Permata Elieser tidak hanya menampilkan kreativitas seni, tetapi juga menghadirkan refleksi iman yang kuat bagi jemaat, khususnya dalam menghayati makna Jumat Agung sebagai peringatan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. (P3)
beritaTerkait
komentar