Senin, 29 Juni 2026

Selamat Jalan Pak Soffyan, Pers Sumut Kehilangan Figur Panutan

Senin, 09 Maret 2026 08:52 WIB
Selamat Jalan Pak Soffyan, Pers Sumut Kehilangan Figur Panutan
Tampak Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik beserta Sekretaris SR Hamonangan Panggabean, Pemred Analisa War Djamil saat melepas jenazah almarhum Soffyan, Minggu (08/03/2026).
Medan (buseronline.com) - Pers Sumatera Utara (Sumut) berduka atas wafatnya salah satu tokoh legendaris jurnalistik, H Soffyan bin Abdul Syukur, pada Sabtu (7/3/2026) di usia 89 tahun. Jenazah almarhum dikebumikan keesokan harinya, Minggu (8/3/2026), di TPU Kayu Besar Jalan MH Thamrin Medan.

Almarhum H Soffyan dikenal sebagai sosok panutan bagi insan pers di Medan, Sumut, bahkan nasional. Sepanjang hidupnya, lebih dari separuh usia dijalaninya untuk berkecimpung di dunia jurnalistik.

Kariernya dimulai sejak 1959 sebagai wartawan di Kantor Berita Antara, kemudian menjabat sebagai Kepala Cabang LKBN Antara Medan. Pada tahun 1972, H Soffyan diangkat menjadi Pemimpin Redaksi Harian Analisa, posisi yang dijabat hingga 2022, membawa surat kabar tersebut menjadi salah satu rujukan media terpercaya di Sumut.

“Banyak kenangan yang tidak terlupakan. Kami sangat terkesan dengan kepemimpinan beliau,” ujar H War Djamil SH, yang meneruskan tongkat estafet memimpin Harian Analisa empat tahun lalu.

War Djamil dan Ketua PWI Sumut, H Farianda Putra Sinik SE, tampak terharu dan meneteskan air mata saat melepas jenazah dari rumah duka di Jalan Sampali, Medan.

Edisi Sabtu (7/3/2026) Harian Analisa dipersembahkan khusus untuk almarhum. “Koran Analisa edisi Sabtu ini kami persembahkan untuk beliau yang selama 50 tahun memimpin dan membimbing kami semua,” kata War Djamil dengan mata berkaca-kaca.

Farianda menambahkan, “Pers Sumut kehilangan sosok panutan. Saya mengenal almarhum sejak kecil karena beliau sahabat ayah saya, H Ibrahim Sinik, pendiri Harian Medan Pos. Saya bisa menjadi Ketua PWI juga tidak terlepas dari bimbingannya,” ucapnya dengan suara terisak.

Dalam kesempatan yang sama, hadir para tokoh pers dan masyarakat, termasuk Kepala LKBN Antara Sumut Irwan Arfa, Vice Consul Konsulat Jenderal Jepang di Medan Suzuki Yushi, Sekretaris PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean, dan Wakil Pemred I Harian Analisa yang juga Ahli Pers, Rizal Rudi Surya.

War Djamil mengenang momen terakhir saat menjenguk almarhum, yang meskipun dalam kondisi sakit dan kursi roda, tetap menanyakan perkembangan Harian Analisa. Bahkan pada hari terakhir, almarhum masih sempat membaca koran yang rutin diantar ke kediamannya, menandakan dedikasinya yang tinggi terhadap media yang dibangunnya sejak 1972.

“Kepemimpinan beliau sangat mengayomi wartawan. Jika ada kesalahan, beliau tidak langsung memarahi, melainkan menugaskan staf untuk memberikan arahan,” ujar War Djamil.

Ia menambahkan bahwa almarhum peduli pada pengembangan kualitas wartawan, termasuk memberi kesempatan mengikuti pendidikan dan perjalanan jurnalistik ke luar negeri, seperti ke Jepang, Malaysia, Singapura, Australia, Amerika Serikat, Eropa, dan negara lainnya.

Selain menekankan pendidikan wartawan, almarhum juga mendorong mereka untuk memiliki wawasan luas. Beberapa wartawan bahkan berhasil meraih gelar master dan doktor dengan dukungan beliau.

Riwayat pendidikan almarhum mencatatkan dirinya sebagai lulusan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara hingga tingkat sarjana muda, sementara perjalanan jurnalistiknya melintasi berbagai negara, memperkaya perspektif dan jaringan media yang dibinanya.

Kepergian H Soffyan meninggalkan duka mendalam sekaligus warisan profesionalisme yang menjadi teladan bagi generasi jurnalis berikutnya di Sumatera Utara dan Indonesia. (Galung)
Editor
: Administrator
beritaTerkait
KPK, ATR/BPN, dan Pemprov DKI Sertifikasi 499 Aset Senilai Rp22,2 Triliun
Bumdes dan Koperasi Desa Didorong Jadi Penopang Rantai Pasok Program MBG
Ketahanan Kesehatan Jadi Kunci Indonesia Keluar dari Middle-Income Trap
Tunjuk Dua Kapolda Baru dan Bentuk Polresta di IKN
MABBIM Perkuat Diplomasi Bahasa Serumpun di Era Digital
Pemerintah Tempatkan Dana Rp400 Triliun di Himbara, Menkeu Yakin Kredit Tumbuh hingga 15 Persen
komentar
beritaTerbaru