Tarutung (buseronline.com) - Sebanyak 3.211 siswa tingkat SD, SMP, dan SMA dari berbagai wilayah di Tapanuli Raya mengikuti TOP Olimpiade Sains VII yang diselenggarakan oleh Quantum Learning Indonesia di Auditorium IAKN Tarutung, Sabtu.
Kegiatan ini menghadirkan antusiasme tinggi dari peserta dan menjadi ajang kompetisi ilmu pengetahuan yang penting bagi pengembangan potensi akademik generasi muda.
Dalam sambutannya, Bupati Tapanuli Raya, JTP, menekankan pentingnya kompetisi sains sebagai wadah untuk membentuk generasi yang tangguh, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.
“Kompetisi harus dilakukan dengan persiapan matang. Anak-anak kita harus dipersiapkan sejak dini untuk menjadi petarung dalam bidang ilmu pengetahuan,” ujar JTP.
Ia juga memberikan apresiasi kepada penyelenggara, tokoh pendidikan, guru, dan seluruh pihak yang berkontribusi pada suksesnya kegiatan tersebut. Menurutnya, peran guru sangat vital dalam membimbing serta memotivasi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan akademik mereka.
“Di era teknologi informasi saat ini, akses pengetahuan sudah terbuka luas. Tidak ada lagi perbedaan antara sekolah di daerah dengan di kota besar, karena semua informasi bisa diakses dengan mudah. Yang penting adalah kemauan untuk belajar dan memanfaatkan teknologi secara positif,” jelas JTP.
Bupati JTP berharap olimpiade sains dapat terus dikembangkan sebagai sarana untuk mengukur kemampuan sekaligus memotivasi peserta agar terus belajar dan berprestasi.
“Jika berhasil, pertahankan prestasi itu. Jika belum berhasil, jadikan ini sebagai barometer untuk memperbaiki diri. Yang penting tetap semangat dan terus berjuang,” pesan Bupati kepada para peserta.
Secara rinci, TOP Olimpiade Sains VII diikuti oleh 394 peserta tingkat SD, 1.074 peserta tingkat SMP, dan 1.743 peserta tingkat SMA, dengan total 3.211 peserta dari kawasan Tapanuli Raya.
Panitia juga menyediakan uang pembinaan bagi para pemenang di masing-masing bidang lomba, yakni Juara I sebesar Rp1.000.000, Juara II Rp750.000, dan Juara III Rp500.000.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana penting dalam mengasah kemampuan berpikir kritis, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mempersiapkan generasi muda Tapanuli Raya menghadapi tantangan akademik maupun profesional di masa depan. (Galung)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar